— Kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang tetap agresif dinilai memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas secara keseluruhan. Meskipun penahanan suku bunga ini menunda ketidakpastian terkait inflasi, suku bunga, dan pasar Amerika Serikat, analis memandang hal ini sebagai pertanda baik.

Analis logam mulia independen dan pendiri BubbleBubble Report, Jesse Colombo, mengamati bahwa harga emas mulai menunjukkan stabilitas pasca keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya. Colombo memprediksi harga emas akan mengalami konsolidasi dalam kisaran harga saat ini untuk sementara waktu.

Pada hari Kamis lalu, harga emas spot ditutup menguat 0,92% menjadi US$ 4.103,84 per troy ounce. “Meskipun ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan ke bawah pada emas, karena mereka tidak menghasilkan imbal hasil, mereka tetap bertahan dengan cukup baik meskipun demikian,” ungkap Colombo.

Ia menambahkan bahwa ketahanan emas menunjukkan bahwa banyak sentimen pesimisme telah diperhitungkan oleh pasar dan bahkan mungkin berlebihan. Secara teknis, harga emas menunjukkan kesiapan untuk potensi pemulihan. “Awal pekan lalu, emas menembus pola segitiga yang menurut banyak komentator bearish diperkirakan akan berakhir di sisi bawah, dengan prediksi pergerakan hingga mencapai angka US$ 3.000. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, yang saya anggap sebagai kemenangan yang jelas,” bebernya.

Colombo mencatat bahwa penembusan pola segitiga tersebut tetap valid, meskipun kenaikan signifikan belum terjadi. Ia menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini berada dalam volume perdagangan rendah dan kondisi pasar tipis karena banyak pelaku pasar sedang dalam mode liburan. Hal ini menyebabkan kurangnya dorongan untuk menaikkan harga logam mulia secara signifikan, namun tren ini diprediksi akan berubah memasuki bulan September.

“Kemudian saya juga melihat (harga emas) melewati rintangan berikutnya di US$ 4.300 hingga US$ 4.600 per troy ounce. Penembusan kuat di atas zona tersebut akan menjadi sinyal kuat bahwa pelemahan baru-baru ini telah berakhir,” imbuhnya.