— Harga emas diperkirakan akan mengalami fase konsolidasi di kisaran US$ 4.000 per troy ounce. Pasar saat ini menantikan petunjuk yang lebih jelas dari Federal Reserve mengenai arah kebijakan moneternya hingga akhir tahun ini.

Namun, seorang ahli strategi pasar memprediksi bahwa jika emas berhasil melewati fase konsolidasi ini, harganya berpotensi mengalami reli dengan kenaikan di atas US$ 1.000.

Kepala Strategi Emas di State Street Asset Management, Aakash Doshi, menyatakan bahwa ekspektasi pasar mengenai pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve tampaknya terlalu agresif. “Pasar telah melakukan banyak pekerjaan Federal Reserve. Ada alasan kuat untuk mengatakan bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneternya hingga akhir tahun karena suku bunga riil telah meningkat,” katanya, seperti dikutip dari Kitco News, Rabu (29/7/2026).

Komentar Doshi disampaikan di tengah belum mampu mempertahankan kenaikan berkelanjutan di atas US$ 4.100 per troy ounce. Hal ini terjadi seiring imbal hasil riil jangka panjang yang diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang sejarah. Imbal hasil riil sepuluh tahun saat ini diperdagangkan sekitar 2,4%, mendekati level tertinggi sejak Oktober 2023.

Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Doshi menilai bahwa harga emas akan kembali mendapatkan dukungan kuat di sekitar US$ 4.000 per troy ounce. “Jika ada perubahan ekspektasi suku bunga yang mendorong imbal hasil 2 tahun di bawah 4%, harga emas bisa mencapai level US$ 4.500 hingga US$ 4.750 per ons sebelum akhir tahun,” ungkap Doshi.

Pada saat yang sama, ia memproyeksikan emas berpotensi mencapai US$ 5.000 per troy ounce pada paruh pertama tahun 2027. Doshi mencatat bahwa meskipun ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi telah mendinginkan permintaan investasi, pilar-pilar pasar emas lainnya tetap kuat.

Permintaan emas di antara bank-bank sentral global dilaporkan tetap tangguh. Selain itu, permintaan emas oleh China juga relatif kuat, dengan impor mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada bulan Juni.

Doshi menambahkan bahwa dalam tren ini, permintaan investasi untuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas perlu dipertahankan pada level saat ini untuk memberikan dampak yang berarti pada harga.