— Prospek harga emas pada Agustus memasuki fase krusial setelah bergerak dalam kisaran sempit selama enam pekan terakhir. Pakar menilai pasar berada di ambang titik balik, dengan arah pergerakan berikutnya sangat bergantung pada breakout dari pola konsolidasi yang terbentuk serta hasil rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Harga emas ditutup anjlok 1,48% ke level US$ 4.042,67 per ons troi pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Meski jatuh, harga emas mencatatkan kenaikan secara bulanan sebesar 0,29%. Namun, secara year to date (ytd), harga emas telah ambles sebesar 6,5%.

Senior Technical Strategist Forex.com Michael Boutros mengatakan, harga emas masih bertahan dalam pola konsolidasi yang ketat di dekat level terendah tahunannya. Selama enam pekan terakhir, baik pembeli maupun penjual belum mampu mendorong harga keluar dari kisaran perdagangan tersebut sehingga pasar kini berada di titik teknikal yang menentukan.

Menurut dia, area pivot utama berada di kisaran US$ 4.074 hingga US$ 4.112 per ons troi. Pergerakan harga yang berhasil keluar dari rentang tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah tren emas sepanjang Agustus.

“Pasar masih menunggu katalis yang cukup kuat untuk mengakhiri konsolidasi yang telah berlangsung selama enam pekan,” ujar Boutros dalam risetnya, Minggu (2/7/2026).

Boutros menyebutkan, apabila harga emas mampu menembus area resistensi utama, target kenaikan berikutnya berada pada kisaran US$ 4.312 hingga US$ 4.319 per ons troi, yang bertepatan dengan moving average 52 pekan dan level pembukaan harga tahunan 2026.

“Penutupan harga secara mingguan di atas area tersebut akan menjadi sinyal bahwa tren penurunan sejak Maret mulai berakhir dan membuka peluang pembalikan arah yang lebih besar,” paparnya.

Setelah itu, harga emas berpotensi menguji area US$ 4.493 hingga US$ 4.533 per ons troi. Jika momentum beli terus menguat, target berikutnya berada di kisaran US$ 4.855 hingga US$ 4.894 per ons troi, yang merupakan rekor penutupan mingguan tertinggi.

Risiko Koreksi Masih Membayangi

Di sisi lain, kegagalan mempertahankan area konsolidasi saat ini dapat memicu kembali tekanan jual. Boutros memperkirakan harga emas berpotensi turun menuju US$ 3.887 per ons troi, kemudian menguji level psikologis US$ 3.700 per ons troi.

Level US$ 3.700 per ons troi dinilai menjadi batas penting untuk mempertahankan tren kenaikan jangka panjang sejak 2024. Jika harga ditutup di bawah level tersebut, peluang penurunan akan semakin besar dengan target berikutnya di US$ 3.570 per ons troi, bahkan hingga US$ 3.433 per ons troi.

“Dari perspektif perdagangan, penurunan perlu bertahan di atas US$ 3.700 per ons troi agar tren naik sejak 2024 tetap terjaga. Sebaliknya, penutupan harga di atas moving average 52 pekan akan menjadi konfirmasi bahwa titik terendah telah terbentuk,” jelasnya.

Selain faktor teknikal, perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada serangkaian data ekonomi AS yang berpotensi menjadi pemicu arah baru harga emas.

Agenda dimulai dengan rilis ISM Manufacturing PMI pada Senin (3/8/2026), disusul ADP Employment Change dan ISM Services PMI pada Rabu (5/8/2026). Puncaknya adalah laporan Non-Farm Payrolls (NFP) serta Average Hourly Earnings yang akan diumumkan pada Jumat (7/8/2026). “Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed,” jelasnya.

Saat ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun telah menembus 5,2%, level tertinggi sejak Juni 2007, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.