Detak Media — Harga emas dunia masih bertahan di atas level psikologis US$ 4.000 per ons troi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global dan gejolak geopolitik. Para ahli menilai area ini menjadi level krusial yang akan menentukan kelanjutan tren bullish atau potensi koreksi yang lebih dalam bagi komoditas logam mulia tersebut.
Menurut Sr. Strategist Forex.com, James Stanley, harga emas telah kehilangan momentum setelah reli kuat di awal tahun. Namun, dalam sebulan terakhir, tekanan jual mulai mereda.
“Area US$ 4.000 per ons troi beberapa kali berhasil menahan penurunan harga, menunjukkan minat beli masih cukup kuat di level tersebut,” tulis Stanley dalam risetnya dikutip Selasa (4/8/2026).
Stanley menambahkan, pada grafik mingguan, harga emas telah menguji level US$ 4.000 per ons troi dalam lima dari enam pekan terakhir. Meskipun sempat turun di bawah level tersebut, pembeli kembali masuk dan mendorong harga naik sebelum penutupan perdagangan.
Dalam dua pekan terakhir, mulai terbentuk pola higher low, yang mengindikasikan pembeli berani masuk pada level harga yang lebih tinggi. Pola ini kerap menjadi sinyal awal melemahnya tekanan jual dan meningkatnya peluang pembalikan arah.
“Meski muncul indikasi positif, analis menilai masih terlalu dini untuk menyatakan tren bullish telah kembali,” tegas Stanley.
Level Penentu Emas
Saat ini, perhatian pasar tertuju pada dua level resistensi utama, yaitu US$ 4.100 per ons troi dan US$ 4.200 per ons troi. Kedua area tersebut beberapa kali menjadi penghalang kenaikan harga emas dalam beberapa pekan terakhir.
“Apabila harga mampu menembus US$ 4.200 per ons troi, hal itu akan memperkuat sinyal bahwa pembeli kembali menguasai pasar dan membuka peluang berlanjutnya tren kenaikan,” paparnya.
Sebaliknya, lanjut Stanley, jika harga gagal mempertahankan level US$ 4.000 per ons troi, tekanan jual berpotensi kembali meningkat sehingga membuka ruang koreksi yang lebih dalam.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.