Detak Media — Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu (5/8/2026) di Wall Street, melanjutkan reli lima hari berturut-turut. Penguatan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan saham Nvidia, yang mendapat sentimen positif dari CEO SpaceX, Elon Musk.
Dow Jones berhasil naik 263,24 poin atau 0,49% mencapai level 54.349,12. Kinerja positif ini berbanding terbalik dengan indeks S&P 500 yang turun 0,17% ke 7.723,55, mengakhiri reli empat harinya meskipun sempat mencetak rekor intraday baru. Nasdaq Composite juga mengalami pelemahan sebesar 0,83% ke 26.363,44, dipengaruhi oleh tekanan pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Lonjakan saham Nvidia lebih dari 3% terjadi setelah Elon Musk mengumumkan bahwa SpaceX akan menggunakan prosesor Nvidia secara eksklusif untuk membangun infrastruktur komputasi kecerdasan buatan (AI). “Nvidia memiliki komputer AI terbaik. Kami akan menggunakan Nvidia secara eksklusif,” ujar Musk dalam paparan kinerja SpaceX.
Namun, pengumuman tersebut tampaknya tidak berdampak positif pada saham SpaceX yang justru anjlok lebih dari 13%. Hal ini terjadi setelah perusahaan melaporkan lonjakan belanja modal kuartal II hingga enam kali lipat menjadi US$18,4 miliar, dengan alokasi terbesar untuk pengembangan AI.
Di sisi lain, saham Advanced Micro Devices (AMD) merosot sekitar 7% karena laba yang disesuaikan hanya sedikit melampaui ekspektasi analis. Saham Alphabet juga turun sekitar 4% menyusul pengumuman restrukturisasi divisi AI dan kepergian kepala ilmuwan Jeff Dean setelah 27 tahun mengabdi.
Dominasi Optimisme Pasar
Analis investasi Baird, Ross Mayfield, menyatakan bahwa sentimen positif kembali mendominasi pasar saham Amerika Serikat. Ia mencatat, “Semangat mengambil risiko benar-benar kembali. Besarnya kenaikan indeks dalam beberapa hari terakhir tergolong sangat jarang terjadi secara historis.” Perdagangan sebelumnya mencatat performa empat hari terbaik bagi ketiga indeks utama Wall Street sejak April 2025.
Optimisme pasar juga diperkuat oleh harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pembukaan kembali jalur vital tersebut dinilai dapat meredakan risiko geopolitik dan memberikan dorongan bagi aset berisiko.
Sementara itu, di pasar energi, harga minyak menunjukkan pergerakan yang relatif stabil setelah mengalami koreksi pada hari sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September turun 0,73% menjadi US$75,22 per barel, sedangkan Brent untuk kontrak Oktober naik tipis 0,11% menjadi US$79,45 per barel.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.