— WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah keterlibatannya dalam rencana penjualan saham Piala Dunia. Ia menegaskan tidak pernah diajak berdiskusi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai proposal tersebut.

FIFA belakangan ini memicu kontroversi dengan proposal pendirian FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola turnamen-turnamen prestisius termasuk Piala Dunia. Rencana ini menuai penolakan karena sebagian saham FFE rencananya akan dijual kepada investor swasta, yang dianggap sebagai bentuk komersialisasi sepak bola.

Indikasi keterlibatan orang-orang terdekat Trump muncul ketika perusahaan AS Thrive Eternal disebut-sebut memimpin kelompok investor FFE. Thrive Eternal adalah perusahaan milik Joshua Kushner, saudara ipar Donald Trump. FIFA juga diketahui memiliki penasihat komersial bernama Greg Maffei, mantan CEO Liberty Media yang juga merupakan penyumbang signifikan dalam kampanye presidensial Trump.

Trump sendiri dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Kedekatan keduanya semakin terlihat sebelum dan selama persiapan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Menanggapi wacana penjualan saham Piala Dunia, Trump menyatakan ketidaktahuannya. “Tidak, saya tak pernah berbicara dengannya soal itu,” ujar Trump kepada wartawan di Camp David, Jumat (31/7) malam waktu setempat, ketika ditanya mengenai keterlibatannya.

Menyusul berbagai penolakan dari konfederasi seperti UEFA dan CONCACAF, FIFA akhirnya memutuskan untuk membatalkan proyek FFE dan wacana penjualan saham Piala Dunia. Keputusan ini disampaikan secara resmi dalam pernyataan FIFA pada Sabtu (1/8) pagi WIB.