Detak Media — Miami – Konfederasi Sepakbola Amerika Tengah, Utara, dan Karibia (CONCACAF) melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pernyataan tegas ini dikeluarkan menyusul penarikan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya diusulkan.
CONCACAF menyatakan apresiasinya terhadap 41 anggota konfederasi yang kompak menentang usulan Infantino. Menurut CONCACAF, keberanian dan persatuan anggota dalam memperjuangkan kepentingan jangka panjang sepakbola serta prinsip tata kelola yang baik telah menunjukkan kemenangan.
“Konfederasi ini juga memberikan apresiasi kepada 41 Anggota Asosiasinya serta seluruh keluarga sepakbola atas keberanian dan persatuan yang telah mereka tunjukkan pekan ini. Di saat yang menuntut kepemimpinan yang berprinsip, para anggota kami bersatu padu dalam memperjuangkan kepentingan jangka panjang sepakbola dan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Persatuan itu telah menang,” tulis CONCACAF dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, CONCACAF menyoroti kepemimpinan FIFA di bawah Gianni Infantino yang dinilai menunjukkan gaya “ugal-ugalan”. Proyek FFE dianggap sebagai bukti adanya kepemimpinan yang sepihak, keterlaluan, dan memerlukan reformasi total.
“Peristiwa beberapa hari terakhir telah mengungkap sesuatu yang kini tak dapat diabaikan: masa depan Piala Dunia FIFA, aset terbesar dalam sepakbola dunia, telah dirancang di luar kerangka tata kelola yang telah ditetapkan, tanpa transparansi, konsultasi, atau proses yang semestinya,” kecam CONCACAF.
CONCACAF menegaskan bahwa usulan sebesar FFE tidak mungkin muncul tanpa adanya masalah mendasar. “Ini merupakan gejala kepemimpinan yang telah berhenti mengutamakan sepakbola. Tindakan sepihak dan keterlaluan yang mencerminkan tata kelola dan kepemimpinan yang buruk ini mengikuti pola kesalahan langkah dan perilaku serupa. Pertanggungjawaban menyeluruh terhadap kepemimpinan ini sangatlah mendesak,” jelas konfederasi tersebut.
Bersama AFC, UEFA, dan CONMEBOL, CONCACAF menjadi konfederasi yang menentang keras usulan FFE ala Infantino. Mereka bahkan mendesak adanya reformasi kepemimpinan di tubuh FIFA, yang mengarah pada tuntutan pergantian Infantino.
Proyek FFE sendiri diusulkan oleh Infantino tanpa berkonsultasi dengan anggota federasinya. Ia dikabarkan mengiming-imingi dana segar sekaligus memberikan tenggat waktu yang singkat untuk pengambilan keputusan. Akibatnya, mayoritas anggota menolak rencana tersebut karena dianggap tidak transparan dan tata kelolanya dipertanyakan, situasi yang membuat Gianni Infantino kini berada dalam posisi sulit menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.