Detak Media — Miami – Federasi Sepakbola Amerika Utara, Tengah, dan Kepulauan Karibia (CONCACAF) kini menyuarakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia oleh FIFA. Langkah ini menyusul sikap tegas yang sama dari UEFA sebelumnya.
UEFA, yang memiliki 55 negara anggota, telah secara eksplisit menolak gagasan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual saham turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Rencana FIFA adalah mencari investor melalui perusahaan baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE).
Ide tersebut tidak hanya membuka peluang bagi investor eksternal, tetapi juga bagi negara-negara anggota FIFA untuk memiliki saham Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, langkah ini dikhawatirkan akan mencoreng citra sepak bola, yang dinilai berisiko hanya dijadikan alat komersial.
Setelah UEFA, CONCACAF yang beranggotakan 41 negara menyatakan ketidaksetujuannya terhadap proposal Infantino. Organisasi ini mempertanyakan urgensi FIFA dalam mencari investor swasta untuk turnamen-turnamen di bawah naungannya.
Dalam pernyataan resminya, CONCACAF juga menyuarakan keraguan terhadap akuntabilitas dan transparansi dalam transaksi saham yang diusulkan. Oleh karena itu, organisasi yang dipimpin oleh Victor Montagliani ini mendesak seluruh anggota FIFA untuk meninjau kembali rencana tersebut.
CONCACAF menyarankan agar anggota-anggota FIFA mencari cara untuk memaksimalkan pendapatan yang ada demi mendukung pengembangan sepak bola yang lebih merata secara global, melalui program FIFA Forward.
“Masa depan sepak bola dan aset terhebat di dalamnya harus tetap menjadi milik keluarga sepak bola,” tegas CONCACAF dalam penutup pernyataan resminya.
Presiden FIFA Gianni Infantino membutuhkan setidaknya 50 persen suara dari 211 negara anggota untuk mewujudkan idenya. Saat ini, 96 anggota FIFA telah menyatakan penolakan, dan hanya dibutuhkan sekitar 10 suara lagi untuk membatalkan proposal tersebut.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.