— JAKARTA – Giovanni Carnevalli, CEO Juventus, melontarkan kritik tajam terhadap Federasi Sepakbola Italia (FIGC) terkait penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih baru tim nasional. Carnevalli menduga keputusan ini lebih didasari oleh faktor pertemanan daripada kompetensi.

Roberto Mancini dikontrak selama empat tahun untuk menggantikan Gennaro Gattuso yang mengundurkan diri pada April lalu. FIGC berharap Mancini dapat membawa Italia kembali meraih kejayaan di kancah internasional, terutama setelah tiga kali gagal lolos ke Piala Dunia.

Proses penunjukan Mancini ternyata tidak berjalan mulus dan diwarnai berbagai drama. Laporan menyebutkan bahwa Mancini bukanlah pilihan utama FIGC. Kandidat lain seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola dilaporkan telah menolak tawaran tersebut. Andrea Pirlo juga sempat didekati, namun pencalonannya terganjal karena afiliasinya dengan perusahaan judi di Rusia, yang tidak mendapat restu dari Presiden FIGC, Giovanni Malago. Hal ini bahkan berujung pada mundurnya Paolo Maldini dari jabatan direktur teknik, yang kemudian digantikan oleh Claudio Ranieri.

Pada akhirnya, Mancini ditunjuk langsung oleh Malago. Kedekatan hubungan antara Malago dan Mancini inilah yang menjadi sorotan utama Carnevalli.

“Meskipun dia (Mancini) adalah figur hebat dalam dunia olahraga, saya menilai seharusnya presiden FIGC yang baru bisa bertindak lebih baik,” ujar Carnevalli mengenai Giovanni Malago, seperti dikutip dari Football Italia.

Carnevalli melanjutkan, “Kami memintanya membangun federasi layaknya klub sepak bola, dengan direktur teknik dan direktur olahraga. Kami perlu memulai lagi dari fondasi, dari para pemain muda dan para pendidik, dengan sebuah proyek olahraga.”

Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam pemilihan pelatih. “Kami di Serie A telah mengusulkan untuk melakukan investasi demi mencari pelatih berkualitas. Anda tak boleh mendatangkan teman, melainkan orang-orang yang kompeten,” tegasnya.

Carnevalli juga mengungkapkan rasa simpatinya terhadap Andrea Pirlo. “Saya juga merasa kasihan pada Andrea Pirlo, yang diserang habis-habisan karena sejumlah pilihan yang mungkin keliru. Tapi akan lebih baik jika dia memikirkannya di awal,” tambahnya.

Menyadari potensi kontroversi atas penunjukannya, Mancini sendiri berharap Timnas Italia dapat meraih hasil-hasil positif di lapangan untuk membuktikan kemampuannya dan meredam keraguan yang ada.