— JAKARTA – Perhelatan sepak bola Italia diwarnai dinamika pasca penunjukan pelatih baru. Legenda timnas, Gianluigi Buffon, berharap drama tersebut segera usai dan memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih baru, Roberto Mancini.

Sebelumnya, Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Paolo Maldini, hanya bertahan 10 hari dalam jabatannya. Kegagalannya dalam merekrut pelatih incaran seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menjadi catatan penting. Usulan Andrea Pirlo pun ditolak oleh FIGC karena statusnya sebagai duta perusahaan judi asal Rusia. Situasi ini diyakini menimbulkan keretakan di dalam tubuh FIGC, yang akhirnya berujung pada pengunduran diri Maldini bersama penasihatnya, Leonardo.

Gianluigi Buffon, yang merupakan bagian dari skuad Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006, menyatakan keinginannya agar drama ini segera berakhir. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan penuh kepada pelatih baru Roberto Mancini dan Direktur Teknik baru, Claudio Ranieri.

“Pada akhirnya, Mancini secara teknis adalah pilihan yang terbaik. Dia telah menunjukkan dirinya pantas untuk jadi pelatih timnas,” jelas Buffon kepada La Gazzetta dello Sport. Ia menambahkan, “Saya mengerti bahwa ada beberapa keraguan dari soal Ranieri. Tapi dia punya jam terbang tinggi dan dirasa layak untuk mengambil peran yang sulit itu.”

Lebih lanjut, Buffon menyampaikan harapannya agar timnas Italia dapat kembali lolos ke Piala Dunia, mengingat kegagalan dalam tiga edisi beruntun sebelumnya.

Buffon sendiri sempat mengemban jabatan sebagai Koordinator Timnas Italia, namun ia belum tertarik untuk kembali terlibat dalam peran tersebut. “Saya sempat berbicara dengan Maldini dan Leonardo. Mereka menawarkan saya peran sebagai direktur tim nasional, koordinator antara tim utama dan tim junior. Saya tetap pada rencana, mau habiskan waktu lebih banyak bersama keluarga demi mengisi ulang energi,” ungkapnya.

“Sekarang tujuan Italia hanya satu, lolos lagi ke Piala Dunia,” tutupnya.