— Bloomie, sebuah toko aksesoris yang berada di bawah naungan TPF Group, telah memperluas jangkauannya dengan membuka gerai baru di kawasan Asemka, Jakarta Barat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar grosir, serta melayani para reseller, jastiper (jasa titip beli), dan konsumen ritel. Gerai yang beroperasi di lima lantai ini dirancang sebagai flagship store.

Chief Executive Officer (CEO) Bloomie, Suhaimie, menyatakan bahwa pengembangan gerai baru ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pajang produk (display), menyempurnakan sistem inventarisasi, dan menyediakan fasilitas yang lebih memadai untuk transaksi dalam jumlah besar. “Investasi ini difokuskan pada optimalisasi pengalaman belanja, penambahan area display, sistem inventarisasi modern, serta fasilitas pendukung seperti counter khusus grosir,” ujarnya.

Meskipun Suhaimie tidak merinci nilai investasi maupun luas keseluruhan gerai, ia memastikan bahwa kapasitas penampungan produk dan pengunjung mengalami peningkatan yang signifikan. Pemilihan lokasi di Asemka didasari oleh status kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan grosir terkemuka di Jakarta. Keberadaan gerai di Asemka diharapkan dapat memperkuat distribusi produk dan mempermudah perusahaan dalam menjangkau pelaku usaha yang membeli barang untuk dijual kembali.

“Asemka merupakan magnet dan pusat ekosistem perdagangan grosir terbesar yang sudah sangat kuat di Indonesia. Dengan hadir di Jalan Asemka Raya No. 6, kami ingin lebih dekat dengan ekosistem pedagang grosir, reseller, dan jastiper, yang memang menjadikan Asemka sebagai rujukan utama berbelanja,” kata Suhaimie.

Konsep One-Stop Shopping

Gerai baru Bloomie menawarkan berbagai kategori produk, meliputi aksesori, perhiasan fesyen, perlengkapan rambut, alat kecantikan, alat tulis, mainan, tas, dompet, hingga kebutuhan kemasan. Penataan produk di setiap lantai dibagi berdasarkan kategori untuk memudahkan para pembeli, baik grosir maupun eceran.

Menurut Suhaimie, strategi perusahaan dibangun di atas konsep one-stop shopping, ketersediaan stok yang melimpah, dan efisiensi dalam rantai distribusi. Perusahaan mengklaim memperoleh produk melalui kemitraan langsung dengan produsen dan pabrik berskala besar. Konsep ini diterapkan untuk memangkas rantai distribusi, sehingga harga yang ditawarkan kepada reseller dan jastiper menjadi lebih kompetitif.

Bloomie juga mengandalkan tim riset dan merchandising untuk memantau tren di media sosial, perubahan kebutuhan pasar, serta perilaku konsumen. Hasil pemantauan ini menjadi dasar dalam menentukan produk baru dan memperbarui pilihan barang di gerai. Strategi ini dinilai krusial mengingat pasar aksesori dan produk gaya hidup sangat dinamis dan cepat berubah.

Perusahaan mencatat adanya peningkatan permintaan terhadap produknya, seiring dengan pertumbuhan aktivitas reseller, jastip, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pasca-pandemi. “Toko kami beroperasi setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Traffic pengunjung paling tinggi mendominasi di jam-jam pagi hingga siang hari, terutama dari para pedagang grosir dan jastiper yang berbelanja untuk kebutuhan dijual kembali,” ungkapnya.

Selain melayani transaksi langsung, Bloomie menyediakan jalur pemesanan bagi mitra di luar Jakarta melalui layanan grosir dan kanal media sosial. Layanan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembukaan gerai fisik.

Di tengah persaingan dengan marketplace dan pemasok langsung dari luar negeri, Bloomie mengedepankan ketersediaan barang, kepastian kualitas, dan kecepatan transaksi. Pembeli bahkan dapat memeriksa produk secara langsung dan membawa pulang barang pada hari yang sama, sehingga waktu tunggu dan risiko ketidaksesuaian barang dapat diminimalkan. Setelah operasional flagship store Asemka dinilai stabil, perusahaan membuka peluang ekspansi ke kota-kota besar lainnya, meskipun rencana lokasi, jadwal pembukaan, dan nilai investasi lanjutan masih dalam tahap kajian.