Detak Media — Mantan bintang timnas Prancis, Karim Benzema, telah memberikan dukungan penuh, baik secara institusional maupun pribadi, kepada Zinedine Zidane menjelang penunjukannya sebagai pelatih kepala Les Bleus. Pemenang Ballon d’Or 2022 itu menyebut mantan rekan setimnya di Real Madrid itu sebagai “legenda” sejati dan “kakak tertua”.
Benzema secara terbuka menyatakan dukungannya seiring Federasi Sepak Bola Prancis bergerak untuk menyelesaikan transisi kepelatihan. Dalam wawancara dengan Konbini untuk segmen “In or Out”, striker veteran tersebut tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya terkait perubahan taktis yang akan segera terjadi. Menyusul kegagalan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026, era Didier Deschamps yang telah berlangsung lama kini semakin mendekati akhir, dengan Zidane diprediksi kuat akan secara resmi memimpin tim nasional.
“Dia adalah legenda, dia adalah kakak tertua,” kata Benzema, mengenang ikatan erat yang terjalin di antara keduanya saat mereka bersama-sama meraih berbagai gelar Liga Champions di Santiago Bernabeu. “Apakah saya senang dia akan menjadi manajer Les Bleus? Saya tidak tahu pasti apakah itu dia, tetapi jika memang dia, ya, saya sangat senang.”
Kemungkinan Kembalinya Benzema ke Kancah Internasional
Kedatangan Zidane tentu saja akan memicu spekulasi intens mengenai masa depan Benzema di level internasional. Meskipun sudah berusia 38 tahun, penyerang veteran ini terus menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Saat ini bermain untuk Al-Hilal, Benzema mempertahankan statistik yang mengesankan, dengan mencetak sembilan gol dalam 13 penampilan musim ini. Hal ini menyusul masa-masa produktifnya di Al-Ittihad, di mana ia mencetak 57 gol dalam 87 pertandingan.
Namun, potensi kembalinya Benzema sepenuhnya bergantung pada visi Zidane untuk skuad dan perkembangan barisan penyerang saat ini. Lini serang Prancis telah mengalami transformasi signifikan belakangan ini, dengan talenta-talenta muda seperti Michael Olise dan Bradley Barcola bergabung bersama bintang-bintang mapan seperti Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé.
Catatan Statistik Benzema di Bawah Asuhan Zidane
Selama dua periode bermain di bawah asuhan Zidane di Madrid (2016–18 dan 2019–21), Benzema menjadi salah satu opsi serangan paling diandalkan sang manajer, mencetak 108 gol sepanjang periode tersebut—sebuah catatan yang hanya dikalahkan oleh Cristiano Ronaldo di skuad Zidane. Kecocokan sang pemain Prancis dengan rekan senegaranya di pinggir lapangan turut memicu beberapa periode serangan paling produktif pada era tersebut, meskipun ia sering kali berperan sebagai pendukung di samping Ronaldo dan Gareth Bale dalam barisan penyerang “BBC” Los Blancos yang terkenal.
Masa kepelatihan Zidane juga terbukti sukses secara historis dari segi gelar juara, dengan Benzema turut merayakan rentetan prestasi tak tertandingi berupa tiga gelar Liga Champions berturut-turut (2016, 2017, dan 2018), serta dua gelar LaLiga, beberapa gelar Piala Super UEFA dan Piala Super Spanyol, serta gelar Piala Dunia Antarklub FIFA selama dua periode kariernya di Santiago Bernabeu.
Sebuah Era Baru Dimulai
Pengumuman yang telah lama dinantikan mengenai penunjukan Zidane sebagai pelatih Prancis akhirnya akan resmi diumumkan. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan bahwa konferensi pers akan digelar pada hari Selasa ini. Presiden FFF, Philippe Diallo, akan memimpin acara tersebut, yang diselenggarakan setelah rapat luar biasa komite eksekutif federasi pada pagi hari yang sama.
Kecuali ada kejutan di menit-menit terakhir, Diallo diperkirakan akan secara resmi memperkenalkan Zidane sebagai pengganti Didier Deschamps di pucuk pimpinan Les Bleus. Federasi Sepak Bola Prancis belum mengonfirmasi penunjukan tersebut, namun presidennya, Philippe Diallo, telah menyatakan bahwa pengumuman akan dilakukan sebelum akhir bulan ini, dan konferensi pers pada hari Selasa tampaknya akan menjadi momen di mana janji tersebut dipenuhi.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.