— JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan harga dan transaksi saham yang tidak biasa atau dikenal sebagai Unusual Market Activity (UMA) pada dua emiten. Pemantauan ini dilakukan pada Kamis, 30 Juli 2026, terhadap saham PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) dan PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC).

Manajemen BEI dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa pengumuman UMA ini tidak serta merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. Namun, pemantauan dilakukan karena adanya indikasi pergerakan harga dan transaksi yang menyimpang dari kebiasaan.

Saham VTNY tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,6% dalam sebulan terakhir, meskipun secara year-to-date (ytd) saham ini masih mencatat penurunan 32,9%. Sementara itu, saham RCCC menunjukkan lonjakan 17,2% dalam sebulan terakhir, namun secara ytd masih terkoreksi 46,3%.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis BEI.

Dengan adanya pengumuman ini, BEI mengimbau para investor untuk lebih cermat. Investor diharapkan memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa, serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten. Selain itu, investor juga disarankan untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten, terutama yang belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.