Detak Media — Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 164,6 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026). Namun, asing terlihat melakukan manuver dengan melepas saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell saham TPIA senilai Rp 167,6 miliar dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi saham TPIA oleh asing mencapai 72,1 juta saham.
Aksi jual asing di pasar reguler ini terjadi saat harga saham TPIA terpantau menguat. Hingga berita ini ditayangkan, saham TPIA menguat 1,75% ke level Rp 2.320. Jika dirunut dalam sebulan terakhir, saham TPIA telah melesat 20,2%. Namun, selama periode year to date (ytd), TPIA tercatat turun 66,8%.
Data Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan, total saham TPIA yang ditransaksikan mencapai 360,8 juta saham, dengan frekuensi mencapai 50,8 ribu kali, dan nilai transaksi keseluruhan Rp 838,6 miliar. Perdagangan saham TPIA pada hari ini melanjutkan tren net sell asing dari hari sebelumnya, Rabu (22/7/2026), yang mencatat net sell asing sebesar Rp 131,9 miliar.
Sementara itu, asing juga mencatatkan net sell saham BBCA senilai Rp 80,6 miliar, berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume saham BBCA yang dilepas asing sebanyak 12,5 juta saham.
Aksi jual di pasar reguler ini terjadi bersamaan dengan pelemahan harga saham BBCA. Hingga berita ini ditayangkan, saham BBCA melemah 0,7% ke level Rp 6.450. Dalam sebulan terakhir, BBCA menguat 3,6%. Namun, selama periode year to date (ytd), BBCA mengalami penurunan 20,1%.
Data IDX mencatat, total saham BBCA yang ditransaksikan sebanyak 47,2 juta saham, dengan frekuensi 11,7 ribu kali, dan nilai transaksi keseluruhan Rp 304,8 miliar. Perdagangan saham BBCA pada hari ini berbalik arah dari kemarin, Rabu (22/7/2026), di mana asing mencatatkan net buy senilai Rp 17,9 miliar.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.