Detak Media — JAKARTA – Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 70,18 miliar pada perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 31 Juli 2026. Aksi jual bersih ini terutama terkonsentrasi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan data yang dihimpun dari BEI, asing melakukan net sell saham BBCA senilai Rp 113,5 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi jual bersih ini mencapai 17,7 juta saham.
Aksi jual bersih ini terjadi di pasar reguler seiring dengan pelemahan harga saham BBCA. Hingga berita ini ditayangkan, saham BBCA tercatat melemah 1,5% ke level Rp 6.350. Meskipun demikian, dalam sebulan terakhir, saham BBCA telah mengalami kenaikan sebesar 14,4%. Namun, secara year to date (ytd), saham BBCA masih menunjukkan pelemahan sebesar 21,3%.
Data dari IDX menunjukkan bahwa total saham BBCA yang ditransaksikan pada sesi I mencapai 53,7 juta saham dengan frekuensi sebanyak 9.250 kali transaksi. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 343,3 miliar.
Pergerakan asing pada Jumat ini berbanding terbalik dengan perdagangan pada Kamis, 30 Juli 2026, di mana saham BBCA banyak dibeli oleh investor asing dengan capaian net buy mencapai Rp 317,4 miliar.
Dalam analisisnya untuk perdagangan Jumat (31/7/2026), CGS International Sekuritas Indonesia menetapkan target terdekat saham BBCA pada rentang harga Rp 6.575 hingga Rp 6.700. Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi area support untuk saham BBCA berada di level Rp 6.325.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.