— JAKARTA – AREA Indonesia memantapkan posisinya sebagai organisasi profesi yang berupaya menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam sektor properti dan perumahan di Indonesia. Komitmen ini diperkuat melalui pelaksanaan Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) yang secara aklamasi memilih Indra Utama sebagai Presiden, Ruly Muliarto sebagai Sekretaris Jenderal, dan Nico Purnomo sebagai Bendahara Umum untuk periode 2026-2031.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, AREA Indonesia bertekad membangun industri properti yang sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi. Organisasi ini bertujuan menjadi mitra strategis pemerintah dan penyedia produk berkualitas bagi konsumen.

Presiden AREA Indonesia, Indra Utama, menekankan bahwa organisasi ini hadir bukan untuk bersaing dengan entitas yang sudah ada. Sebaliknya, AREA Indonesia memposisikan diri sebagai ‘rumah besar’ yang merangkul seluruh ekosistem perumahan dan properti untuk tumbuh dan berkembang bersama. “Kami hadir untuk menyatukan kekuatan, membangun sinergi, dan menjadi jembatan kolaborasi seluruh ekosistem properti Indonesia sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Indra yang juga Ketua Umum DPP Abpednas Indonesia.

Indra menambahkan bahwa tantangan penyediaan hunian yang layak, berkualitas, dan terjangkau tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi atau sektor saja. Diperlukan sinergi erat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, media, asosiasi profesi, dan masyarakat.

Visi kepengurusan 2026–2031 adalah menjadi organisasi profesi properti dan real estat terdepan di Indonesia. AREA Indonesia menargetkan pembangunan ekosistem industri yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berdaya saing global, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan hunian layak dan pembangunan berkelanjutan.

Delapan Misi Utama AREA Indonesia

Untuk merealisasikan visinya, AREA Indonesia menetapkan delapan misi utama. Pertama, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi profesi. Kedua, membangun kolaborasi seluruh ekosistem industri properti dan perumahan. Ketiga, mendorong tata kelola organisasi dan bisnis yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Keempat, mendukung Program 3 Juta Rumah dan kebijakan strategis pemerintah di sektor perumahan. Kelima, mendorong transformasi digital dan inovasi dalam industri properti. Keenam, memperkuat kerja sama nasional maupun internasional untuk meningkatkan daya saing profesi.

Ketujuh, mengembangkan lembaga sertifikasi profesi dan pusat pengembangan kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Kedelapan, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan industri properti yang berkelanjutan.

AREA Indonesia juga berkomitmen memperkuat peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP AREA Indonesia) untuk menyiapkan tenaga profesional yang kompeten dan tersertifikasi, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor properti. “Ke depan, AREA Indonesia akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan asosiasi pengembang, organisasi agen properti, industri bahan bangunan, lembaga pembiayaan dan perbankan, perusahaan manajemen properti, akademisi, media, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya dengan pemerintah,” jelas Indra, yang juga Ketua LSP Area Indonesia.

Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor properti nasional sekaligus mendukung target pembangunan perumahan pemerintah. “Dengan semangat Bersinergi Membangun Ekosistem Properti Indonesia, AREA Indonesia optimistis dapat menjadi katalisator kolaborasi nasional yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, industri yang sehat, serta hunian yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Indra.

Indra Utama, yang juga CEO Journalist Media Network (JMN) dan Komisaris Utama PT Waskita Beton Precast Tbk, didukung oleh Ruly Muliarto selaku Wakil Sekretaris LPEU MUI Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Nico Purnomo, CEO Pollux Properties Group. Organisasi ini juga akan diramaikan oleh sejumlah tokoh dan profesional di bidang properti, keuangan, dan sektor bisnis terkait lainnya.