— Para trader kripto kini bersiap menghadapi potensi penurunan harga aset digital di bulan Agustus. Fokus utama perdagangan tertuju pada kemungkinan harga Bitcoin (BTC) merosot ke bawah level US$ 60.000.

Menjelang akhir Juli, terjadi pergeseran posisi harga yang signifikan. Data dari Deribit, bursa opsi kripto terbesar di dunia, menunjukkan bahwa opsi dengan harga eksekusi US$ 60.000 menjadi taruhan paling populer. Hal ini mengindikasikan para pedagang cenderung memilih opsi jual untuk melindungi diri dari potensi penurunan pasar.

Sebelumnya, Bitcoin sempat jatuh di bawah US$ 60.000 pada akhir bulan lalu, namun berhasil pulih ke level US$ 63.000 dan bahkan lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menariknya, hingga kemarin, opsi beli (call option) dengan harga eksekusi US$ 70.000 dan US$ 72.000 menjadi yang paling diminati, dengan nilai open interest nominal mencapai US$ 2,5 miliar untuk masing-masing opsi. Pergerakan ini diduga dipicu oleh pembelian opsi beli besar-besaran menjelang pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu, di mana beberapa trader bertaruh harga akan meroket hingga US$ 72.000 pasca keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Faktor musiman juga turut memberikan gambaran menarik. Sejak tahun 2013, bulan Juli secara historis menghasilkan pengembalian median sebesar 8,61%. Bulan ini, harga Bitcoin telah menunjukkan kenaikan sebesar 8,9%, sesuai dengan data dari Coindesk. Namun, tren positif di bulan Juli seringkali diikuti oleh bulan Agustus yang cenderung negatif, dengan pengembalian median tercatat sebesar 7,51%.

Penggunaan median dalam analisis ini penting karena menunjukkan hasil yang tipikal tanpa terdistorsi oleh keuntungan atau kerugian ekstrem yang dapat memengaruhi rata-rata. Di pasar yang volatil seperti Bitcoin, median seringkali memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pola yang paling sering terjadi. Hal ini mengindikasikan sentimen pasar terhadap BTC cenderung bearish menjelang bulan Agustus.