Detak Media — Jauh sebelum era streaming yang didominasi Spotify dan YouTube Music, Winamp pernah menjadi primadona bagi para penikmat musik. Kini, ikon pemutar musik legendaris itu mengumumkan kebangkitannya dengan aplikasi yang lebih modern dan siap bersaing di pasar streaming.
Winamp mengumumkan kemitraan strategis dengan Deezer. Kolaborasi ini akan memungkinkan Winamp meluncurkan layanan berlangganan musik premium yang didukung oleh teknologi white-label dari Deezer. Melalui perjanjian ini, Winamp akan memanfaatkan katalog musik berlisensi global dari Deezer sembari tetap mempertahankan identitas merek dan pengalaman pengguna khas Winamp.
Langkah ini merupakan bagian dari peluncuran ulang aplikasi Winamp Player generasi berikutnya, yang dijadwalkan hadir pada paruh pertama tahun 2027. Aplikasi baru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan era streaming modern, dengan mengintegrasikan layanan streaming musik premium, koleksi musik pribadi pengguna, stasiun radio internet, podcast, serta berbagai sumber audio lainnya dalam satu platform terpadu.
Meskipun detail spesifik mengenai aplikasi ini masih dirahasiakan, Winamp menjanjikan pengalaman yang berfokus pada personalisasi. Pengguna dapat menantikan antarmuka yang dapat disesuaikan, fitur sosial, serta cara-cara baru untuk menemukan dan menikmati musik. Winamp menegaskan bahwa layanan berlangganan musik yang akan dihadirkan akan menawarkan pengalaman yang berbeda dari platform streaming digital yang sudah ada di pasaran saat ini.
Meski memiliki basis penggemar setia sejak era 1990-an, Winamp harus menghadapi lanskap persaingan yang jauh lebih ketat. Pasar streaming musik saat ini didominasi oleh pemain besar seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music. Namun, Winamp tidak sepenuhnya absen di era digital ini. Mereka telah memiliki aplikasi pemutar musik untuk Android dan iPhone, serta aplikasi desktop yang masih digunakan oleh lebih dari 40 juta pengguna.
Dalam beberapa tahun terakhir, Winamp telah mengalami beberapa kali perombakan. Sempat menjajaki integrasi NFT terkait musik di platformnya pada masa booming teknologi Web3, Winamp kini mengalihkan fokusnya untuk mendukung para kreator. Peluncuran berbagai layanan bagi musisi, termasuk monetisasi dan distribusi musik, menjadi langkah terbaru mereka.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.