Detak Media — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memperkuat kehadirannya di kancah internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Kesepakatan ini dihelat di Kampus UNIMAS, Sarawak, Malaysia, pada Kamis (30/7). Penandatanganan ini merupakan wujud komitmen kedua institusi pendidikan tinggi untuk memperluas kolaborasi di bidang akademik, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat regional.
Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, menandatangani kerja sama tersebut bersama Vice Chancellor Universiti Malaysia Sarawak, Professor Dr. Haji Ahmad Hata Rasit. Acara ini turut disaksikan oleh Co Founder Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI), Naba Aji Notoseputro, serta Ketua Paguyuban Profesor Jawa Barat, Prof. Dr. Edi Setiadi, yang menunjukkan dukungan terhadap penguatan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui kemitraan ini, UBSI dan UNIMAS sepakat untuk mengembangkan berbagai program kerja sama. Lingkup kerja sama mencakup penelitian kolaboratif, peningkatan kapasitas bagi dosen dan peneliti, pelaksanaan matching grant, konsultansi akademik, publikasi ilmiah, hingga berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di kedua institusi.
Perluasan Kolaborasi Akademik dan Riset
Rektor UBSI, Prof. Wahyudi, menekankan bahwa kolaborasi internasional merupakan langkah strategis dalam menjawab kompleksitas tantangan pendidikan tinggi masa kini. “Kami meyakini bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini hanya dapat dijawab melalui kolaborasi. Kerja sama dengan UNIMAS menjadi momentum yang sangat baik untuk menghadirkan berbagai program bersama yang berdampak, mulai dari penelitian kolaboratif, pengembangan inovasi, publikasi ilmiah bereputasi internasional, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Prof. Wahyudi dalam keterangan tertulis pada Jumat (31/7).
Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari jumlah mitra luar negeri, melainkan sejauh mana kerja sama tersebut mampu memberikan manfaat konkret bagi sivitas akademika dan masyarakat luas. “Kami berharap kerja sama ini segera diwujudkan dalam berbagai program konkret, seperti penelitian bersama, pertukaran akademisi, seminar internasional, pengembangan kapasitas dosen, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi serta mendukung pencapaian visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang berdaya saing global,” tambahnya.
Vice Chancellor UNIMAS, Professor Dr. Haji Ahmad Hata Rasit, menyambut baik terjalinnya kemitraan dengan UBSI. Ia menilai kerja sama lintas negara menjadi langkah krusial dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dapat dicapai melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi riset, dan pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kemitraan ini diharapkan membuka pintu bagi lahirnya berbagai program akademik yang lebih luas. Ini termasuk riset bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global. Selain memperkuat budaya riset, kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan di tingkat regional maupun internasional.
Melalui kerja sama dengan UNIMAS, UBSI kembali menegaskan komitmennya untuk membangun jejaring internasional yang produktif dan berkelanjutan. Jaringan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Di UBSI, mahasiswa tidak hanya dibekali pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui kolaborasi internasional. Kesempatan tersebut meliputi riset bersama, program pertukaran akademik, seminar global, dan berbagai aktivitas lain yang bertujuan memperluas wawasan global mereka.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.