Detak Media — PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berhasil membukukan laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 32,52 juta, atau setara dengan Rp 574,32 miliar, sepanjang paruh pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang tercatat US$ 29,30 juta.
Pertumbuhan laba Samudera Indonesia didorong oleh lonjakan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, atau yang dikenal sebagai omzet, yang mencapai US$ 421,76 juta (sekitar Rp 7,4 triliun). Angka ini meningkat dari US$ 379,08 juta pada enam bulan pertama tahun 2025. Meskipun biaya jasa turut mengalami kenaikan menjadi US$ 346,94 juta dari sebelumnya US$ 306,49 juta, laba bruto perusahaan tetap terangkat ke posisi US$ 74,81 juta, naik dari US$ 72,58 juta.
Mengacu pada data keuangan per 30 Juni 2026, Samudera Indonesia juga mengumumkan pembagian dividen interim kepada para pemegang sahamnya. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 40,93 miliar, atau Rp 2,5 per saham. Cum date untuk dividen ini di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 7 Agustus 2026, dengan daftar pemegang saham yang berhak diumumkan pada 11 Agustus 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 29 Agustus 2026.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, saham Samudera Indonesia (SMDR) berada di level Rp 290. Dengan harga tersebut, potensi yield dividen interim yang ditawarkan mencapai 0,86%. Dari sisi valuasi, rasio price to book value (PBV) SMDR tercatat di angka 0,47 kali. Rasio PBV ini membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per sahamnya. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) perusahaan adalah 4,24 kali (annualized), yang membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.