— PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026 dengan total nilai Rp 40,93 miliar atau setara dengan Rp 2,5 per saham. Keputusan pembagian dividen ini didasarkan pada data keuangan perseroan per 30 Juni 2026.

Batas akhir pembelian saham Samudera Indonesia agar namanya tercatat sebagai penerima dividen, atau cum date, di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada hari ini, 7 Agustus 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen interim SMDR akan ditetapkan pada 11 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, dengan jadwal pembayaran dividen pada 29 Agustus 2026.

Sepanjang semester I-2026, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berhasil membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 32,52 juta, atau sekitar Rp 574,32 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan laba bersih sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih tercatat US$ 29,30 juta pada semester I-2025.

Pertumbuhan laba yang signifikan ini ditopang oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, yang mencapai omzet US$ 421,76 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun. Angka omzet ini mengalami kenaikan dibandingkan US$ 379,08 juta pada enam bulan pertama tahun 2025. Sementara itu, biaya jasa ikut mengalami kenaikan menjadi US$ 346,94 juta dari sebelumnya US$ 306,49 juta, yang berujung pada laba bruto sebesar US$ 74,81 juta, meningkat dari US$ 72,58 juta.

Dalam perdagangan Kamis (6/8/2026), saham Samudera Indonesia (SMDR) menunjukkan kenaikan sebesar 0,65% ke level Rp 312. Dalam sebulan terakhir, saham emiten pelayaran ini telah melonjak 14,71%. Kendati demikian, rasio price to book value (PBV) SMDR tercatat hanya 0,51 kali dan price earning ratio (PER) annualized berada di angka 4,56 kali. Rasio PBV berfungsi untuk membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham, sedangkan PER annualized membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.