— Samsung kembali menjadi mitra utama Google dalam menghadirkan inovasi kecerdasan buatan pada perangkat mobile. Kali ini, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung Galaxy Z Fold 8, dan Samsung Galaxy Z Flip 8 menjadi smartphone pertama di dunia yang mengadopsi Gemini Nano 4, model AI on-device terbaru yang dikembangkan Google.

Kehadiran Gemini Nano 4 menjadi salah satu peningkatan terbesar pada lini ponsel lipat terbaru Samsung. Berbeda dengan model AI sebelumnya, Gemini Nano 4 menawarkan kemampuan multimodal yang lebih canggih, dukungan lebih banyak bahasa, serta pemrosesan langsung di perangkat tanpa selalu bergantung pada koneksi internet.

Teknologi tersebut memungkinkan berbagai fitur berbasis AI berjalan lebih cepat, aman, dan efisien. Samsung pun memanfaatkannya untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih pintar melalui Gemini Intelligence yang kini menjadi salah satu fitur unggulan pada Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.

Gemini Nano 4 Hadir Pertama Kali di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series

Google memperkenalkan Gemini Nano 4 sebagai penerus model AI on-device generasi sebelumnya pada awal 2026. Model terbaru ini dibangun menggunakan fondasi Gemma 4 yang menghadirkan peningkatan kemampuan pemahaman bahasa, efisiensi pemrosesan, serta kemampuan memahami berbagai jenis data secara bersamaan.

Samsung menjadi produsen pertama yang mengintegrasikan Gemini Nano 4 ke dalam smartphone komersial melalui Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung Galaxy Z Fold 8, dan Samsung Galaxy Z Flip 8.

Dengan pemrosesan AI yang dilakukan langsung di perangkat, berbagai fitur dapat dijalankan dengan respons lebih cepat sekaligus menjaga privasi pengguna karena banyak proses tidak perlu dikirim ke server cloud.

Langkah ini memperkuat kolaborasi jangka panjang antara Samsung dan Google dalam menghadirkan pengalaman Android yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan.

Mendukung Lebih dari 140 Bahasa dan AI Multimodal

Salah satu peningkatan terbesar Gemini Nano 4 adalah dukungan terhadap lebih dari 140 bahasa.

Kemampuan tersebut membuat AI dapat memahami serta merespons perintah pengguna dari berbagai negara secara lebih akurat. Selain itu, model terbaru ini juga memiliki kemampuan multimodal yang lebih baik.

Artinya, Gemini Nano 4 tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu mengolah gambar, dokumen, hingga berbagai jenis file lainnya dalam satu proses yang terintegrasi.

Kemampuan tersebut memungkinkan AI memberikan jawaban yang lebih relevan sesuai konteks informasi yang diterima.

Dengan dukungan tersebut, pengalaman menggunakan fitur AI pada smartphone menjadi jauh lebih alami dibandingkan generasi sebelumnya.

Gemini Intelligence Permudah Berbagai Aktivitas

Samsung memanfaatkan Gemini Nano 4 untuk menjalankan berbagai fitur dalam Gemini Intelligence.

Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat meminta AI membantu menyelesaikan berbagai aktivitas sehari-hari hanya menggunakan perintah sederhana.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI mencarikan tiket perjalanan, melakukan pemesanan restoran, hingga membantu mengelola berbagai kebutuhan harian tanpa harus membuka banyak aplikasi secara manual.

Integrasi AI juga memungkinkan berbagai proses berjalan secara otomatis sehingga pengguna dapat menghemat waktu ketika menjalankan aktivitas yang berulang.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan tidak lagi sekadar menjadi fitur tambahan, melainkan mulai menjadi pusat pengalaman penggunaan smartphone modern.

Gemini Notebook dan Fitur AI Baru Sedang Disiapkan

Selain otomatisasi berbagai tugas, Google juga menghadirkan Gemini Notebook yang sebelumnya dikenal sebagai NotebookLM.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengubah gambar, catatan, file PDF, maupun berbagai dokumen lainnya menjadi ringkasan informasi yang lebih rapi dan mudah dipahami.

Gemini Notebook sangat berguna bagi pelajar, pekerja kantoran, maupun profesional yang sering mengolah banyak dokumen setiap hari.

Di sisi lain, Google juga sedang mengembangkan sejumlah fitur AI baru yang belum resmi dirilis.

Salah satunya adalah Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget sesuai kebutuhan menggunakan bantuan AI.

Google juga sedang menyiapkan model dikte baru bernama Rambler untuk aplikasi Gboard.

Fitur tersebut dirancang agar AI mampu mengubah ucapan pengguna yang masih panjang dan tidak terstruktur menjadi catatan yang lebih ringkas, jelas, dan mudah dipahami.

Jika seluruh fitur tersebut dirilis, pengalaman menggunakan smartphone diperkirakan akan menjadi semakin produktif.