Detak Media — Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) menunjukkan potensi menarik sebagai investasi di sektor nikel dengan valuasi yang relatif murah. Rasio Price-to-Earnings (PER) perusahaan saat ini berada di angka 3,7 kali, menjadikannya salah satu saham nikel dengan harga terjangkau di pasar.
Prospek bisnis HRUM dipandang cerah, terutama dengan adanya integrasi vertikal dalam lini bisnis nikelnya. Hal ini menjadi penyeimbang di tengah tantangan yang dihadapi divisi batu bara perusahaan.
Integrasi Vertikal Tingkatkan Prospek Nikel
Riset yang dilakukan oleh Citi menyoroti bahwa kontribusi bisnis nikel HRUM diperkirakan akan terus menguat. Hal ini sejalan dengan rencana komersialisasi proyek High-Pressure Acid Leaching (HPAL) yang dikelola oleh anak usaha Blue Sparking Energy (BSE). Setelah berhasil melakukan penjualan MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) perdana pada Maret lalu, BSE berambisi untuk meningkatkan volume produksinya.
Menurut Citi, penguatan bisnis nikel ini juga didukung oleh pemulihan pada lini bisnis RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace) dan nikel matte. Lebih lanjut, integrasi vertikal yang lebih dalam melalui PT Position diprediksi akan meningkatkan profitabilitas bisnis nikel HRUM, baik di sektor hulu maupun hilir.
Penyesuaian Bisnis Batu Bara dan Rekomendasi Investasi
Di sisi lain, bisnis batu bara HRUM diproyeksikan akan mengalami penurunan produksi. Citi memperkirakan produksi batu bara akan menyusut menjadi 3 juta ton pada tahun 2026, turun dari angka 5,1 juta ton pada tahun sebelumnya. Penyesuaian ini merupakan konsekuensi dari kebijakan pengetatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh pemerintah.
Secara umum, Citi menilai biaya operasional nikel HRUM akan tetap terkendali. Hal ini ditopang oleh perbaikan harga jual komoditas serta efisiensi yang dilakukan dalam operasi logistik. Sementara itu, prospek bisnis batu bara dinilai netral, mengingat permintaan batu bara di pasar Asia masih menunjukkan kekuatan.
Target Harga Menarik
Berdasarkan analisis tersebut, Citi mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham HRUM. Target harga yang ditetapkan adalah Rp1.300 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 58% dari harga saham saat riset tersebut diterbitkan. Valuasi PER 3,7 kali saat ini juga berada di bawah rata-rata historisnya, yaitu minus 1,5 standar deviasi dari rata-rata empat tahun terakhir.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.