— JAKARTA – Saham PT Indosat Tbk (ISAT) menunjukkan lonjakan signifikan pada sesi perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Saham perusahaan tercatat menguat 16,32% ke level Rp 2.210, melampaui penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Berdasarkan data RTI, pergerakan saham ISAT melibatkan 72,86 juta lembar saham yang diperdagangkan melalui 14.713 frekuensi transaksi, dengan total nilai mencapai Rp 153,72 miliar. Saham ISAT juga berhasil menembus rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di angka 1.927, sebagaimana tercatat dalam aplikasi Stockbit Sekuritas.

Lonjakan harga ini diduga kuat dipicu oleh aksi pembelian investor. Data dari Stockbit menunjukkan adanya pembelian bersih (net buy) saham ISAT senilai Rp 26,7 miliar.

Sebelumnya, Direktur Utama Indosat, Vikram Sinha, juga tercatat melakukan pembelian sekitar 3 juta saham pada 30 Juli 2026. Transaksi tersebut meningkatkan kepemilikannya dari 11.170.700 (0,0346%) saham menjadi 14.256.900 (0,0442%) saham, dengan harga transaksi di kisaran Rp 1.900-an per saham.

Pergerakan positif saham Indosat ini sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang solid pada semester pertama tahun buku 2026. Pendapatan konsolidasian tercatat tumbuh 13,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 30,65 triliun. EBITDA juga mengalami peningkatan 13,6% yoy menjadi Rp 14,60 triliun, menghasilkan margin EBITDA sebesar 47,6%.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 84,5% yoy, mencapai Rp 4,3 triliun. Manajemen Indosat menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan kekuatan model bisnis yang skalabel, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan imbal hasil yang menarik.

“Pada semester I-2026, ARPU Seluler Gabungan tumbuh 17,3% menjadi Rp 46 ribu, sementara basis pelanggan seluler berada di angka 93 juta, yang mencerminkan fundamental bisnis inti Indosat yang tetap sehat dan berkualitas,” ujar manajemen dalam keterangan resmi pada Selasa, 28 Juli 2026.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Indosat terus memperluas infrastruktur jaringannya. Jumlah Base Transceiver Station (BTS) 4G ditingkatkan menjadi 214 ribu untuk mengakomodasi peningkatan trafik data dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Trafik data pada semester I-2026 sendiri tercatat meningkat sebesar 19,9% yoy.