Detak Media — JAKARTA – Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kenaikan tajam sebesar 9,90% dan ditutup pada level Rp 111 pada akhir sesi I perdagangan Kamis (6/8/2026). Perdagangan saham ini melibatkan 4,71 miliar lembar saham, dengan frekuensi mencapai 70.565 kali, dan total nilai transaksi Rp 499,91 miliar.
Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, lonjakan ini didorong oleh aksi beli bersih (net buy) yang mencapai Rp 142,5 miliar, menjadikannya yang tertinggi di antara saham-saham lain pada jeda siang perdagangan.
Performa positif ini melanjutkan tren kenaikan saham Bakrie & Brothers, yang sebelumnya juga melonjak 4,12% pada Rabu (5/8/2026). Dalam sebulan terakhir, saham BNBR tercatat telah mengalami peningkatan sebesar 24,72%.
Hingga berita ini diturunkan, BNBR belum merilis laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Sekretaris Perusahaan BNBR, Christofer A Uktolseja, sebelumnya menyatakan bahwa perseroan akan melakukan penelaahan terbatas (limited review) untuk laporan keuangan konsolidasian perseroan dan entitas anak untuk periode tersebut.
“Laporan keuangan interim konsolidasian dan entitas anak periode 30 Juni 2026 penelaahan terbatas (limited review) tersebut akan kami sampaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Christofer dalam keterbukaan informasi.
Meskipun laporan kuartal II belum dirilis, kinerja keuangan BNBR pada kuartal I-2026 menunjukkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 12,54 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp 57,62 miliar.
Namun, pendapatan bersih perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp 1,13 triliun, naik dari Rp 953,80 miliar pada kuartal I-2025.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.