— Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan pada perdagangan Selasa (4/8/2026) setelah diborong investor asing senilai Rp 404,43 miliar. Lonjakan ini membawa harga saham BBCA naik 3,17% ke level Rp 6.500, berbalik arah setelah dua hari sebelumnya bergerak di zona merah. CGS International Sekuritas merekomendasikan saham BBCA dengan status ‘spec buy’ untuk perdagangan Rabu (5/8/2026), menetapkan level support dan cutloss jika menembus di bawah 6.250.

Sementara itu, harga emas perhiasan terpantau stabil pada Rabu pagi (5/8/2026) di sejumlah penjual seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga yang dinamis untuk mengambil keputusan terbaik.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten dari Grup Bakrie dan Salim, memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana akuisisi Loyal Metals Limited. Direktur Bumi Resources, RA Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani ‘scheme implementation deed’ (SID) dengan Loyal Metals Limited. Perjanjian awal ini menjadi kerangka dasar untuk memulai proses akuisisi perusahaan pertambangan yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) tersebut.

Pergerakan harga emas batangan di Pegadaian pada Rabu (5/8/2026) menunjukkan variasi. Harga emas Antam (ANTM) dilaporkan turun, sementara emas UBS dan Galeri 24 terpantau mengalami kenaikan. Pegadaian menawarkan tiga jenis emas batangan dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Saham PT Antam Tbk (ANTM) juga menunjukkan performa positif dengan melonjak 5,88% ke Rp 3.060 pada akhir sesi I perdagangan Rabu (5/8/2026), diserbu oleh investor. Dalam sepekan terakhir, saham emiten emas ini telah menguat 7,75%. Sebelumnya, pada 4 Agustus, Antam telah menyampaikan keterbukaan informasi mengenai pengingatan kembali terkait rencana penyampaian laporan keuangan perseroan untuk semester I-2026.