— Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan laporan perkembangan sejumlah proyek investasi strategis dan upaya pembenahan struktur di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam pertemuan tersebut, Rosan melaporkan bahwa Badan Pengelola Investasi Danantara telah menerima tawaran langsung untuk memiliki porsi saham di Bandara Madinah, Arab Saudi. Tawaran ini datang setelah kunjungan kerja Rosan ke Makkah dan Madinah, yang meliputi pertemuan dengan Menteri Investasi Arab Saudi, Penasihat Raja, serta pihak Mada Group yang merupakan pengelola bandara.

Selanjutnya, tim dari Danantara dijadwalkan akan melakukan penjajakan teknis kerja sama ini bersama tim dari Mada Group. Selain isu bandara, Rosan juga memberikan pembaruan mengenai perencanaan dan pembangunan kawasan di Makkah yang kini telah memasuki tahap pemilihan arsitek dan konsep visual.

Laporan mengenai progres proyek-proyek hilirisasi nasional yang sedang berjalan juga diserahkan kepada Presiden Prabowo. Terkait pengelolaan perusahaan negara, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas untuk mengurangi pemangkasan layer atau birokrasi di BUMN besar, seperti Pertamina dan PLN.

Langkah streamlining ini bertujuan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas meningkat, dan efisiensi tetap terjaga. Program pemangkasan tersebut dilaporkan telah menyasar sekitar 274 perusahaan BUMN hingga akhir Juli lalu.

Menanggapi wacana pembangunan kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan, Rosan menyatakan bahwa pihaknya bersikap terbuka, namun masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut sebelum berkomentar banyak. Hal serupa juga disampaikan Rosan saat ditanya mengenai progres gasifikasi batubara, di mana ia memilih untuk menyelesaikannya secara bertahap setelah fokus pada agenda laporan utama.