— JAKARTA – PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 miliar pada kuartal II-2026. Angka ini merupakan pembalikan positif setelah perusahaan mencatat rugi bersih Rp2,5 miliar pada kuartal sebelumnya.

Perbaikan kinerja finansial ini juga tercermin pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA perseroan yang tercatat positif Rp2,4 miliar pada kuartal II-2026. Angka tersebut berbanding terbalik dengan posisi negatif Rp1,3 miliar pada kuartal I-2026.

Perusahaan menyatakan bahwa perubahan positif ini didukung oleh peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan pendapatan. Namun, rincian kontribusi spesifik dari masing-masing lini usaha terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba pada periode tersebut belum diuraikan lebih lanjut.

Selain profitabilitas, arus kas bebas atau free cash flow REAL juga menunjukkan tren positif. Arus kas bebas tercatat sebesar Rp3,56 miliar pada kuartal II-2026, meningkat signifikan dibandingkan posisi negatif Rp3,07 miliar pada kuartal sebelumnya. Arus kas bebas yang positif mengindikasikan adanya kas yang tersisa setelah kebutuhan operasional dan belanja modal terpenuhi, memberikan ruang bagi perusahaan untuk mendukung kegiatan usaha tanpa sepenuhnya bergantung pada pendanaan eksternal.

Dari sisi struktur keuangan, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio REAL tercatat sangat rendah, yakni 0,006 kali. Rasio utang yang rendah ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mencari pendanaan jika diperlukan di masa mendatang, meskipun keputusan penambahan utang tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembayaran perusahaan.

Pemanfaatan aset perusahaan juga menunjukkan peningkatan. Rasio perputaran aset atau asset turnover ratio naik dari 0,016 kali pada kuartal I-2026 menjadi 0,05 kali pada kuartal II-2026. Kenaikan rasio ini menandakan bahwa aset yang dimiliki perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Aditya Prayoga, menilai bahwa perubahan dari rugi menjadi laba merupakan salah satu indikator penting yang selalu diperhatikan oleh pelaku pasar. Menurutnya, perbaikan kinerja yang disertai dengan peningkatan EBITDA dan arus kas bebas positif menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak hanya berasal dari pencatatan laba akuntansi semata, tetapi juga didukung oleh kegiatan operasional perusahaan.

Turnaround yang diikuti perbaikan EBITDA dan free cash flow memiliki kualitas lebih baik dibandingkan perbaikan yang hanya berasal dari laba akuntansi karena menunjukkan fundamental operasional mulai membaik,” ujar Aditya pada Jumat (31/07/2026).

Aditya menambahkan bahwa keberlanjutan perbaikan kinerja REAL di masa mendatang masih sangat bergantung pada kemampuan perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas pada kuartal-kuartal berikutnya.

Perbaikan laba, EBITDA, dan arus kas pada kuartal II-2026 ini menjadi indikasi awal pemulihan kinerja PT Repower Asia Indonesia Tbk. Meski demikian, konsistensi kinerja dalam beberapa periode berikutnya tetap diperlukan untuk dapat menilai keberlanjutan proses pemulihan tersebut secara lebih akurat.