Detak Media — PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 3,01 miliar pada semester I-2026. Pencapaian ini diraih di tengah berbagai tekanan pasar global maupun domestik, termasuk ketidakpastian geopolitik, pelemahan nilai tukar rupiah, dan tantangan ekonomi.
Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan signifikan dalam aktivitas transaksi saham dan obligasi yang dilakukan oleh nasabah sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, RELI mencatat total pendapatan sebesar Rp 15,49 miliar hingga akhir Juni 2026.
Pendapatan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan transaksi bursa sebesar 31,22%, yang mencapai Rp 8,74 miliar, meningkat dari Rp 6,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, perseroan juga memperoleh kontribusi dari pendapatan investasi dan pendapatan bunga.
Di sisi transaksi, nilai transaksi saham nasabah mencapai Rp 5,41 triliun, menunjukkan peningkatan sebesar 12,27% dibandingkan semester I-2025 yang tercatat Rp 4,82 triliun. Sementara itu, transaksi obligasi mengalami lonjakan signifikan sebesar 173,76%, mencapai Rp 152,95 miliar, naik dari Rp 55,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga berhasil menjaga kecukupan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) di level Rp 255,75 miliar per akhir Juni 2026. Angka ini naik 32,10% dibandingkan posisi akhir Juni 2025 sebesar Rp 193,59 miliar, sehingga tetap berada di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator.
Presiden Direktur Reliance Sekuritas Indonesia (RELI), Akhabani, menyatakan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari loyalitas nasabah serta upaya berkelanjutan perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan keberlangsungan bisnis. Hal ini dilakukan meskipun kondisi pasar belum sepenuhnya kondusif.
Menurut Akhabani, perusahaan terus berupaya mengoptimalkan infrastruktur teknologi yang dimiliki. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas sistem transaksi, meningkatkan keamanan data nasabah, serta memperkuat layanan pelanggan melalui customer service secara langsung. Perseroan juga berkomitmen memberikan pendampingan investasi dan pembaruan informasi pasar secara berkala untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, Reliance Sekuritas berencana untuk memperluas layanan investasinya melalui platform Reliinvest. Selain perdagangan saham, platform ini akan menyediakan berbagai instrumen investasi lain seperti obligasi, reksa dana, dan Dana Investasi Real Estat (DIRE). Langkah ini diharapkan dapat menjadi alternatif diversifikasi portofolio bagi para nasabah.
Akhabani menambahkan bahwa pengembangan produk-produk tersebut merupakan bagian integral dari strategi perusahaan. Tujuannya adalah untuk memberikan pilihan investasi yang lebih beragam kepada nasabah, sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.