Detak Media — Perkembangan teknologi quantum computing dinilai menjadi salah satu isu strategis yang perlu mulai dipahami oleh ekosistem blockchain, termasuk kripto. Teknologi ini berpotensi menghadirkan tantangan signifikan, terutama terkait keamanan kriptografi dan pengembangan infrastruktur. Namun, quantum computing juga menawarkan peluang untuk inovasi.
Di Indonesia, upaya peningkatan pemahaman mengenai perkembangan quantum computing telah mulai menjadi fokus diskusi. Hal ini menjadi salah satu bahasan utama dalam acara ETH Genesis: Quantum Leap yang diselenggarakan oleh INDODAX. Forum ini bertujuan mempertemukan komunitas, pengembang, pelaku industri, dan akademisi untuk mendiskusikan tantangan serta peluang bagi masa depan ekosistem blockchain.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menyatakan bahwa pembahasan mengenai quantum computing merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain yang matang dan siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Ia menekankan pentingnya adaptasi bertahap melalui diskusi dan edukasi.
“Perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global. Karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi,” ungkap Aloysia dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (4/8/2026).
Aloysia menjelaskan bahwa selama satu dekade terakhir, Ethereum telah menjadi fondasi bagi berbagai inovasi di ekosistem Web3, termasuk decentralized finance (DeFi), NFT, aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset. Seiring berkembangnya teknologi, ekosistem blockchain dan para pelakunya dituntut untuk terus meningkatkan standar keamanan serta membangun infrastruktur yang adaptif terhadap tantangan dan peluang masa depan.
Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai quantum computing bukan berarti teknologi tersebut telah menjadi ancaman langsung bagi blockchain saat ini. Potensi risiko yang dibahas peneliti dan pengembang lebih mengarah pada kemampuan komputer kuantum di masa depan untuk memecahkan sistem kriptografi yang digunakan dalam pengamanan aset digital, jika teknologinya telah mencapai tingkat kematangan tertentu.
“Hingga saat ini, quantum computing masih berada dalam tahap riset dan pengembangan. Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai proses komputasi yang kompleks dan mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, termasuk kripto. Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus melakukan riset dan mengembangkan pendekatan baru agar ekosistem tetap aman seiring perkembangan teknologi tersebut,” jelas Aloysia.
Lebih lanjut, Aloysia menekankan bahwa kesiapan menghadapi perubahan teknologi tidak dapat dibangun secara instan. Kolaborasi antar-pelaku industri sangat dibutuhkan agar inovasi dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek keamanan.
“Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu untuk riset dan pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna,” tambahnya.
Melalui inisiatif ini, INDODAX berupaya mendorong literasi dan diskusi mengenai masa depan blockchain dan kriptografi di tengah perkembangan quantum computing. Forum tersebut mengupas implikasi teknologi komputasi kuantum terhadap blockchain, kesiapan membangun ekosistem yang lebih tangguh, serta pentingnya kolaborasi dalam mempersiapkan fondasi teknologi untuk jangka panjang.
Sebagai salah satu bursa kripto terkemuka di Indonesia, INDODAX berharap pembahasan mengenai aset kripto tidak hanya berfokus pada dinamika harga, tetapi juga mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi dan sistem keamanan yang menjadi fondasi industri. Edukasi, riset, serta kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem aset digital Indonesia yang semakin matang, aman, dan berkelanjutan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.