Detak Media — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (5/8/2026). Destinasi agrowisata edukatif ini diharapkan menjadi wadah kontribusi perusahaan dalam pembangunan sektor pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Peresmian KSA Bulutana merupakan bagian dari program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI). Inisiatif ini adalah wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim yang telah berjalan sejak 2023, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengkolaborasikan sektor pertanian dan pariwisata.
AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, menyatakan bahwa program TJSL perusahaan tidak hanya berfokus pada kawasan sekitar area produksi, tetapi juga menjangkau wilayah distribusi. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap konsumen dan keberlanjutan lahan pertanian produktif.
“Kami bertanggung jawab bukan hanya terhadap produksi, tapi juga wilayah distribusi kami. Sulawesi Selatan adalah salah satu pasar Pupuk Kaltim di Indonesia Timur, sehingga menjaga kesuburan lahan di sini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujar Uchin, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).
Uchin menjelaskan, program pendampingan di Bulutana dalam roadmap PKT Berseri akan berlangsung dari 2023 hingga 2027. Pada tahun 2023, Pupuk Kaltim memulai dengan proyek percontohan dekomposer, dan berlanjut pada pengembangan pertanian berkelanjutan di 2024. Pengembangan ini meliputi pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, pembuatan pupuk organik, serta pembangunan eco-trail sepanjang 230 meter untuk memudahkan petani mengangkut hasil panen dari lahan dataran tinggi.
“Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan sasaran yang terukur. Seluruhnya akan terintegrasi sebagai kesatuan program utuh, dengan berbagai peluang usaha yang bisa dikelola masyarakat sebagai nilai tambah,” terang Uchin.
Pada 2025, program akan ditingkatkan melalui penguatan kapasitas kelembagaan, pengelolaan pasca panen, serta penyediaan alat dan mesin produksi kompos bagi kelompok masyarakat. Memasuki 2026, Pupuk Kaltim memfokuskan pengembangan pada infrastruktur dan branding kawasan, termasuk konservasi sawah berkelanjutan, penyediaan sarana wisata hijau, penguatan kelembagaan kelompok, serta promosi dan penyelenggaraan event pariwisata.
Puncaknya pada 2027, strategi keberlanjutan ini ditargetkan menjadikan KSA Bulutana sebagai destinasi unggulan melalui standardisasi kawasan, sertifikasi Desa Wisata Hijau, serta pembentukan skema insentif konservasi sawah. “Dari tahapan yang terstruktur, PKT Berseri diproyeksikan tumbuh sebagai pusat pembelajaran agroeduwisata yang berdaya saing, serta memberi dampak positif jangka panjang bagi lingkungan maupun ekonomi lokal,” tambah Uchin.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.