— JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berhasil meraih dua penghargaan prestisius dalam ajang “Investortrust Best Insurance Awards 2026”. Penghargaan tersebut adalah “Best Insurance 2026” untuk kategori perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp25 triliun dan “Special Award for Innovation in Technical Underwriting”.

Penghargaan ini dinilai mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang kuat serta pengembangan inovasi dalam proses penilaian risiko calon nasabah melalui proses technical underwriting. Inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan dan efisiensi dalam seleksi risiko sebelum penerbitan polis.

Investortrust.id menjelaskan bahwa penentuan pemenang tidak dilakukan oleh regulator, melainkan oleh tim juri independen. Penilaian didasarkan pada analisis mendalam terhadap laporan keuangan dan berbagai indikator kinerja perusahaan asuransi.

Ajang penghargaan ini memberikan total 58 penghargaan kepada 56 perusahaan asuransi dan reasuransi. Rinciannya, 13 perusahaan dari industri asuransi jiwa, 19 perusahaan asuransi umum, satu perusahaan reasuransi, dan 26 penerima penghargaan khusus.

Dalam kategori asuransi jiwa dengan aset di atas Rp25 triliun, Prudential Indonesia bersaing dengan perusahaan terkemuka lainnya seperti BNI Life Insurance, Zurich Topas Life, dan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

Penyelenggara menetapkan sejumlah kriteria bagi perusahaan yang mengikuti pemeringkatan. Peserta harus memiliki laporan keuangan 2025 yang telah diaudit, menerapkan standar akuntansi PSAK 117, tidak mendapatkan opini disclaimer, memiliki ekuitas di atas Rp100 miliar, dan aset minimal Rp1 triliun untuk kategori asuransi jiwa.

Proses penilaian juga mempertimbangkan rata-rata pertumbuhan aset, ekuitas, investasi, premi, premi neto, hasil investasi, dan pendapatan selama periode 2020–2025. Hal ini memastikan penghargaan tidak hanya didasarkan pada besaran aset pada satu tahun tertentu.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Prudential Indonesia mencatat pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun pada 2025, menunjukkan peningkatan sekitar 1,4% dari Rp20,8 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh produk asuransi tradisional yang meningkat 16% secara tahunan. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI tetap menjadi kontributor terbesar, menyumbang sekitar 72% dari total pendapatan premi, sementara produk tradisional berkontribusi 28%.

Komposisi ini menunjukkan pergeseran dari tahun 2024, di mana PAYDI menyumbang 75% dan produk tradisional 25%. Peningkatan kontribusi produk perlindungan tradisional menandakan diversifikasi portofolio perusahaan, meskipun produk berbasis investasi masih mendominasi.

Total aset perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 11%, mencapai Rp64,3 triliun dari sekitar Rp58 triliun pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, aset investasi tercatat sebesar Rp54,5 triliun. Prudential Indonesia juga membukukan laba bersih Rp2,4 triliun dan membayarkan klaim serta manfaat kepada nasabah sebesar Rp16 triliun sepanjang 2025.

Dari sisi permodalan, rasio solvabilitas berbasis risiko atau risk-based capital (RBC) Prudential Indonesia berada di angka 466% pada akhir 2025. Angka ini jauh di atas batas minimum 120% yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

RBC mengukur kemampuan modal perusahaan asuransi dalam menghadapi risiko. Meskipun rasio yang tinggi merupakan indikator kesehatan, nasabah juga disarankan untuk memperhatikan kualitas layanan, penyelesaian klaim, tata kelola, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan.

Sebagai perbandingan, OJK mencatat RBC industri asuransi jiwa secara agregat berada di kisaran 474% pada April 2026. Tingkat solvabilitas Prudential Indonesia relatif sejalan dengan posisi permodalan industri asuransi jiwa secara keseluruhan dan tetap jauh melampaui ambang batas minimum regulator.