— PT Vale Indonesia Tbk (INCO), salah satu perusahaan di bawah naungan MIND ID, kembali menunjukkan performa finansial yang solid pada kuartal kedua tahun 2026. Kinerja positif ini diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan bagi saham INCO, sebagaimana tercermin dalam target harga yang dipasang oleh analis.

Berdasarkan laporan dari Citi, INCO berhasil mencetak laba bersih setelah pajak sebesar US$60,8 juta pada kuartal II-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 17% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini juga memenuhi sekitar 45% hingga 50% dari proyeksi yang dikeluarkan oleh Citi dan konsensus analis untuk keseluruhan tahun. Peningkatan performa ini sejalan dengan ekspektasi Citi, mengingat perseroan diprediksi akan meningkatkan produksi pada semester kedua tahun ini.

Citi mencatat bahwa penjualan bijih nikel mengalami lonjakan tajam, mencapai 37 kali lipat secara tahunan pada kuartal II-2026. Namun, penjualan nikel matte INCO hanya mengalami pertumbuhan 1% secara kuartalan. Hal ini disebabkan oleh adanya kegiatan perawatan pada tungku nomor 3 yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, biaya kas untuk produksi nikel matte dilaporkan turun sebesar 4% secara kuartalan, mencapai US$10 ribu per ton. Sementara itu, harga jual rata-rata (ASP) untuk nikel matte justru mengalami kenaikan sebesar 4%, menjadi US$14.766 per ton.

Prospek Pertumbuhan dan Rekomendasi Analis

Citi menilai prospek pertumbuhan INCO dalam jangka menengah cukup cerah. Faktor pendukung utamanya adalah potensi perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kelanjutan pengembangan proyek hilirisasi nikel yang sedang digarap perseroan. Selain itu, INCO juga tengah fokus pada pembangunan infrastruktur di area tambang nikel Bahodopi dan Pomalaa.

Berdasarkan RKAB yang telah disetujui, kuota penjualan nikel INCO untuk tahun ini ditetapkan sebesar 8,1 juta ton. Rinciannya, penjualan nikel saprolite dialokasikan sebanyak 6,4 juta ton, sementara nikel limonit sebanyak 1,7 juta ton.

Menyikapi potensi tersebut, Citi memberikan rekomendasi ‘buy’ untuk saham INCO dengan target harga yang ambisius, yaitu Rp9.600. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 106,9% dari harga saham saat riset dibuat, yaitu Rp4.640. Ditambah dengan prediksi dividen yield sebesar 0,8%, total imbal hasil (return) bagi pemegang saham diperkirakan mencapai 107,7%.