— TANGERANG – Sebanyak 20 perempuan muda dari keluarga prasejahtera di Tangerang, Banten, mendapatkan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Inisiatif ini merupakan bagian dari Program LENTERA (Leadership and Empowerment for Women) yang diselenggarakan oleh Yayasan Bulir Padi (YBP) bekerja sama dengan mitra lokal, Yayasan Maleo.

Ketua Yayasan Bulir Padi, Tia Sutresna, menjelaskan bahwa Program LENTERA dirancang sebagai langkah strategis untuk membuka peluang perubahan hidup bagi perempuan muda lulusan SMA/K yang berasal dari keluarga prasejahtera, khususnya di wilayah Banten. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi para perempuan muda ini, yakni kombinasi minimnya keterampilan kerja, keterbatasan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan pasar, serta kurangnya intervensi yang tepat sasaran.

“Sejalan dengan misi dan visi YBP, Program LENTERA tidak hanya diharapkan akan melahirkan perempuan muda yang memiliki keterampilan dan berdaya, namun juga menjadi agen perubahan bagi keluarga dan komunitasnya, untuk menjadi bagian yang positif dan produktif dari masyarakat,” ujar Tia Sutresna.

Pelatihan perdana ini bertepatan dengan perayaan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia. Program LENTERA mencakup berbagai modul penting, termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pelatihan soft skill, literasi digital, pelatihan vokasi, serta pendampingan siap kerja. Selain itu, peserta juga mendapatkan webinar informasi seputar industri dan sesi dukungan keluarga. Dukungan finansial untuk pelatihan TIK dalam program ini diberikan oleh PT Tigaraksa Satria Tbk.

Melalui program ini, para penerima manfaat diharapkan memperoleh keterampilan berbasis industri dan akses informasi dunia kerja yang lebih merata. Desain program ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan kerja peserta, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang produktif dan mandiri secara ekonomi. Pendekatan yang menyeluruh ini menekankan bahwa kesiapan kerja tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri dan dukungan dari lingkungan terdekat.

Turunkan Angka Pengangguran di Banten

Program LENTERA hadir sebagai respons terhadap tantangan ketenagakerjaan yang signifikan di Banten. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten untuk usia 15 tahun ke atas sebesar 6,69%, menempatkannya di posisi keempat di Indonesia. Angka pengangguran perempuan tercatat 7,12%, lebih tinggi dibandingkan laki-laki (6,45%). Tingkat pengangguran tertinggi ditemukan pada jenjang SMK, mencapai 10,13%, mengindikasikan bahwa tenaga kerja perempuan lulusan SMK kurang terserap dibandingkan laki-laki.

Kondisi ini juga tercermin dari tingginya angka NEET (Not in Employment, Education, and Training) di Banten yang mencapai 23,79%, berada di peringkat sepuluh nasional. Persentase perempuan muda yang tidak bekerja maupun tidak menempuh pendidikan mencapai 36,76%, hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan laki-laki (19,41%). Tingginya angka NEET ini berkontribusi pada tingginya pengangguran perempuan di Banten, yang erat kaitannya dengan kemiskinan.

Yayasan Bulir Padi dan Yayasan Maleo secara spesifik menyasar perempuan muda lulusan SMK dari keluarga prasejahtera di Banten untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi dan kesenjangan struktural. Kemitraan strategis ini bertujuan menyediakan ruang aman bagi perempuan muda untuk berdiskusi, mengembangkan potensi, serta membangun jaringan pertemanan positif yang mendukung perkembangan diri mereka.

Melalui Program LENTERA, YBP berupaya memastikan kaum muda perempuan memiliki akses yang setara terhadap pengetahuan, peluang belajar, dan keterampilan masa depan. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka membuat pilihan hidup yang lebih mandiri dan berdaya. Program LENTERA juga menandai perluasan komitmen YBP untuk memberdayakan anak muda prasejahtera ke wilayah baru di luar Jakarta, melanjutkan perjalanan lebih dari dua dekade dalam melayani komunitas.