Detak Media — JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2026, dengan pertumbuhan signifikan pada pendapatan dan laba bersih. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pendapatan mencapai Rp1,11 triliun, naik 8,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin, sehingga laba bersih Prodia meningkat 11,4% menjadi Rp77,6 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp70 miliar.
President Director Prodia, Liana Kuswandi, menyatakan bahwa semester I-2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, Prodia terus berinovasi, memperluas akses layanan, dan membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi.
“Memasuki semester II-2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing perseroan dalam jangka panjang,” jelas Liana dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Untuk mencapai tujuan tersebut, Prodia akan mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui inovasi layanan seperti Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, dan Stemcell Clinic by Prodia. Inisiatif ini diharapkan semakin memperkuat kapabilitas Prodia di bidang precision health.
Selain itu, Prodia juga akan memperkuat bisnis inti dengan meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, mendorong efisiensi operasional, serta memperluas kemitraan strategis, termasuk dengan mitra internasional. Liana optimistis langkah-langkah ini akan memperluas pangsa pasar Prodia, memperkuat posisinya sebagai pemimpin layanan diagnostik di Indonesia, dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Finance & Sustainability Director Prodia, Marina Eka Amalia, menambahkan bahwa kinerja semester I-2026 mencerminkan pertumbuhan berkualitas yang ditandai dengan peningkatan pendapatan, EBITDA, laba bersih, dan arus kas operasi. Memasuki semester II-2026, Prodia akan fokus pada penguatan product mix, menjaga disiplin biaya, dan meningkatkan produktivitas aset untuk mempertahankan momentum profitabilitas.
“Setiap keputusan investasi dan alokasi modal akan dilakukan selektif berdasarkan nilai strategis, potensi pertumbuhan, serta kontribusinya terhadap arus kas dan penciptaan nilai jangka panjang,” ungkap Marina. Ia meyakini, dengan struktur permodalan yang sehat, likuiditas dan arus kas operasi Prodia akan tetap terjaga.
Prodia memiliki fleksibilitas keuangan yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga ketahanan keuangan di tengah dinamika industri. “Kami optimistis, pendekatan tersebut akan memperkuat profitabilitas, meningkatkan kualitas imbal hasil bagi pemegang saham, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutur Marina.
Penopang Pertumbuhan
Pendapatan Prodia pada semester I-2026 ditopang oleh peningkatan jumlah kunjungan (visit) sebesar 9,7% YoY. Penjualan tes esoterik menjadi kontributor pendapatan terbesar pada periode ini, mencerminkan meningkatnya kebutuhan dan kesadaran pelanggan terhadap tes yang lebih presisi dan advanced.
Kinerja positif juga tercatat di seluruh segmen pelanggan, meliputi pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, dan klien korporasi. Hingga Juni 2026, Prodia telah melayani hampir 10 juta tes.
Pertumbuhan tes medis, termasuk tes rutin, serta layanan non-laboratorium seperti vaksinasi dan konsultasi dokter, merefleksikan kepercayaan pelanggan yang terus meningkat terhadap kualitas dan kelengkapan layanan kesehatan Prodia. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan meningkat 7,1% YoY menjadi Rp216,3 miliar, menunjukkan efektivitas strategi operasional dan efisiensi bisnis.
Prodia mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset terkoreksi tipis 2,0% YoY menjadi Rp2,64 triliun. Total liabilitas tercatat sebesar Rp301,0 miliar, seiring dengan tumbuhnya bisnis dan aktivitas operasional. Total ekuitas menjadi Rp2,34 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang tetap sehat berkat likuiditas yang terjaga.
Dari sisi arus kas, Prodia membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar. Arus kas bersih sebesar Rp86,2 miliar dialokasikan untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna mendukung inovasi layanan perusahaan.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.