— PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 mencatat kinerja keuangan impresif pada akhir semester pertama tahun 2026. Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,9 triliun, meningkat 78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk melonjak 484% yoy menjadi Rp 1,7 triliun.

Pencapaian ini kembali mencetak rekor laba tertinggi dalam sejarah PANI, melampaui rekor yang telah ditorehkan pada tahun sebelumnya. Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau akrab disapa Aguan, menyatakan bahwa performa luar biasa ini menjadi momentum penting yang memperkokoh posisi PANI di industri properti.

“Pendapatan yang meningkat sebesar 78% yoy dan lonjakan pada kuartal kedua, merupakan catatan sejarah yang luar biasa dalam perjalanan PANI. Hal ini menunjukkan bahwa PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia,” ujar Aguan dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Aguan menambahkan bahwa momentum ini akan menjadi acuan bagi PANI untuk terus mengembangkan kawasan yang bernilai tinggi dan memiliki ekosistem yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Ia membandingkan pencapaian semester pertama 2026 dengan tiga tahun lalu, di mana pendapatan tercatat Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 211 miliar. Hal ini mencerminkan komitmen PANI sejak transformasi bisnis di tahun 2021 yang terus dijaga.

Pencapaian positif PANI didorong oleh serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 yang menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Selain itu, kontribusi dari serah terima hunian dan produk komersial di berbagai kawasan PIK2 juga menunjukkan tren yang baik. Beberapa kawasan yang memberikan kontribusi antara lain Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.

Pada kuartal kedua tahun 2026, PANI juga membukukan angka penjualan yang sangat baik dengan peningkatan 63% dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq), setara dengan Rp 1,8 triliun. Peningkatan pendapatan ini juga diikuti dengan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp 1,1 triliun, meningkat 89% qoq.

Selain kinerja keuangan yang solid, PANI menunjukkan peningkatan fundamental yang sangat baik. Posisi net cash perusahaan tercatat sebesar Rp 3,9 triliun dan total ekuitas meningkat 7% menjadi Rp 33,7 triliun dibandingkan akhir tahun 2025.

Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.809 hektare melalui 12 entitas anak. Nilai perolehan lahan tersebut mencapai Rp 38 triliun, yang didapatkan dari hasil rights issue dan non-preemptive rights issue dalam tiga tahun terakhir. Dengan dukungan ini, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.