Detak Media — JAKARTA – Perum Perumnas dan PT Agung Podomoro Land Tbk secara resmi memulai penjajakan kerja sama strategis untuk proyek revitalisasi Rumah Susun Klender, Jakarta Timur. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding).
Penandatanganan dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, bersama President Director PT Agung Podomoro Land Tbk, Bacelius Ruru. Acara ini turut disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta serta Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Imelda Alini Pohan menyatakan bahwa sinergi dengan sektor swasta merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi perkotaan dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak. Perumnas berkomitmen melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif, mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif dengan para penghuni Rumah Susun Klender. Komitmen ini didukung oleh sinergi dengan BAPPENAS dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Perumnas berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rumah Susun Klender, didukung oleh sinergi dengan BAPPENAS dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Imelda dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (04/08/2026).
Imelda optimis keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari terbangunnya hunian baru, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bacelius Ruru menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud dukungan PT Agung Podomoro Land Tbk terhadap program pemerintah dalam penyediaan hunian yang layak melalui pengembangan dan revitalisasi kawasan permukiman. Perusahaan memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai proyek hunian, termasuk hunian sederhana yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“PT Agung Podomoro Land memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai proyek hunian, termasuk hunian sederhana yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang kuat bagi kami untuk berkolaborasi dengan Perumnas dalam mengembangkan proyek revitalisasi Rumah Susun Klender,” ungkapnya.
Ia optimis sinergi tersebut mampu menghadirkan konsep pengembangan yang berkualitas dari sisi perencanaan dan pembangunan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. “Yang pasti kami optimis dengan proyek ini melalui sinergi bersama,” pungkasnya.
Rumah Susun Klender merupakan aset strategis Perumnas yang telah menjadi tempat tinggal masyarakat selama puluhan tahun. Berlokasi di kawasan yang terhubung dengan jaringan transportasi massal dan berbagai fasilitas publik, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hunian vertikal berbasis Transit-Oriented Development (TOD).
Melalui revitalisasi ini, Perumnas merencanakan transformasi kawasan yang sebelumnya terdiri dari 78 blok rumah susun dengan 1.280 unit hunian. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi 14 tower hunian high-rise dengan lebih dari 10.000 unit, sekaligus memastikan ketersediaan unit pengganti bagi seluruh penghuni eksisting sebagai bentuk perlindungan hak-hak masyarakat.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.