Detak Media — JAKARTA – Di tengah gejolak pasar keuangan domestik dan ketegangan geopolitik global, PT Bank Permata Tbk (BNLI) berhasil menyalurkan kredit senilai Rp171,2 triliun pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,3% secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan kredit ini terutama didorong oleh peningkatan di segmen korporasi yang naik 9,7% (yoy) menjadi Rp106,4 triliun. Segmen komersial juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,7% (yoy) dengan total penyaluran Rp21,9 triliun. Selain itu, Permata Bank menunjukkan komitmennya pada pembiayaan inklusif dengan menyalurkan pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebesar Rp7 triliun, yang meningkat 11,8% (yoy).
Penyaluran kredit yang prudent ini didukung oleh pendanaan yang berkualitas dan berkelanjutan. Permata Bank berhasil menghimpun dana murah (CASA) melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di seluruh kanal, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di berbagai segmen. Pada semester I-2026, rasio CASA terhadap total dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar 57,9%.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih Permata Bank mencapai Rp1,72 triliun pada semester I-2026, tumbuh 4,88% (yoy). Meskipun pendapatan bunga perseroan turun 9,54% (yoy) menjadi Rp7,77 triliun, beban bunga berhasil ditekan 16,95% (yoy) menjadi Rp2,94 triliun. Hal ini membuat beban bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp4,83 triliun, mengalami penurunan 4,17% (yoy).
Dengan dukungan optimal dari Bangkok Bank Group sebagai controlling shareholder, Permata Bank terus meningkatkan sinergi untuk menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, dan layanan terintegrasi.
“Kinerja semester I-2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat,” ungkap Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Meliza menambahkan bahwa di tengah kebutuhan individu dan pelaku usaha yang semakin kompleks, perseroan hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. “Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha,” jelasnya.
Perseroan juga secara konsisten menerapkan optimalisasi neraca untuk menjaga posisi likuiditas yang memadai. Loan to deposit ratio (LDR) berada pada level optimal di 90,3% per akhir Juni 2026, meningkat dibandingkan semester I-2025 yang berada di level 85,6%, seiring dengan mahalnya biaya dana dan tingginya suku bunga.
Likuiditas Bank tetap terjaga, tercermin dari pemenuhan rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi 100%. Hingga akhir Juni 2026, liquidity coverage ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat pada level 333,4%, sementara net stable funding ratio (NSFR) pada level 124,0%.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, kualitas aset tetap terjaga baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan loan at risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1% dan 5,9%, relatif stabil dibandingkan semester I tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,1% dan 7%.
Permata Bank mempertahankan NPL coverage dan rasio LAR coverage yang prudent, masing-masing di level 367,5% dan 128,8%, sebagai langkah konservatif dalam menjaga kecukupan pencadangan terhadap potensi risiko kredit. Bank juga secara konsisten menjalankan langkah-langkah penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.