— JAKARTA – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersiap menyambut babak baru kepemimpinan dengan pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah masa bakti 2026–2030. Acara ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Jumat, 7 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri”. Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, memperluas kontribusi bagi masyarakat, dan mengukuhkan peran INTI sebagai organisasi kebangsaan.

Ketua Umum PP INTI terpilih periode 2026–2030, dr. Indra Wahidin, menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran INTI yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“INTI hadir bukan hanya sebagai organisasi masyarakat, tetapi sebagai rumah besar yang mengedepankan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong. Melalui kepengurusan baru, kami ingin memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan nasional serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan tagline ‘Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen’,” ujar dr. Indra Wahidin dalam jumpa pers di Kantor Perhimpunan INTI, Mega Glodok Kemayoran Tower B, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Tema “Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri” dipilih sebagai refleksi bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Menurut dr. Indra Wahidin, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun Indonesia melalui karya, inovasi, dan kolaborasi.

Penguatan Organisasi dan Program Sosial INTI

Ketua Harian PP INTI, Ulung Rusman, menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2030 akan memprioritaskan penguatan organisasi hingga ke tingkat daerah. Saat ini, INTI telah memiliki kepengurusan di 18 provinsi dan sekitar 80 pengurus cabang di tingkat kabupaten maupun kota. Penguatan ini bertujuan agar INTI semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami akan mempercepat konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia dengan mengedepankan kualitas kepemimpinan, integritas, serta semangat kebangsaan. Penguatan jaringan organisasi menjadi fondasi agar INTI mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ulung Rusman.

Selain memperkuat struktur organisasi, INTI juga berkomitmen memperluas berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Ulung mengungkapkan bahwa Program Beasiswa Pelangi telah menjangkau sekitar 1.400 penerima yang kini telah menjadi alumni.

Kegiatan bakti sosial operasi katarak juga terus berjalan, termasuk yang digelar di Sumenep pada 3–6 Agustus 2026. Program ini telah memberikan layanan kepada sekitar 34 ribu pasien melalui berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan INTI.

Program Baru dan Transformasi Digital

Ke depan, INTI telah menyiapkan sedikitnya 26 program baru yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan sumber daya manusia. Program tersebut antara lain meliputi beasiswa jenjang S1, S2, dan S3, kerja sama dengan Lemhannas untuk pendidikan kepemimpinan, kolaborasi dengan Bulog, penyelenggaraan UMKM Fair, hingga pemberian INTI Award kepada tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai bidang.

“INTI Award akan diberikan kepada tokoh-tokoh terbaik, bukan hanya dari kalangan Tionghoa, tetapi juga atlet, seniman, politisi, dan berbagai sosok yang menjadi agen perubahan bagi Indonesia,” ujar Ulung.

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus organisasi. Penguatan media sosial dan pengembangan podcast akan dilakukan sebagai sarana komunikasi yang lebih adaptif dengan masyarakat.

Menurut Ulung, INTI juga mendapat berbagai tawaran kerja sama lintas sektor, termasuk dalam penguatan hubungan antarmasyarakat (people to people) antara Indonesia dan China, serta dengan komunitas Muslim. Organisasi ini akan terus mendukung pemerintah dalam menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan kewarganegaraan melalui pendekatan kolaboratif.

Menyatukan Arah Organisasi

Sekretaris Jenderal PP INTI Hardy Stefanus menegaskan bahwa pembekalan bagi seluruh pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk menyatukan arah organisasi menghadapi tantangan ke depan.

“Kami ingin seluruh jajaran pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah organisasi, tantangan kebangsaan, serta pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan fondasi tersebut, INTI dapat menjalankan perannya secara lebih efektif dan profesional,” ujar Hardy Stefanus.

Dengan susunan kepengurusan baru yang dipimpin Ketua Umum dr. Indra Wahidin, Ketua Harian Ulung Rusman, Sekretaris Jenderal Hardy Stefanus, serta didukung para Wakil Ketua Umum, Dewan Pembina, dan Dewan Pengawas, INTI optimistis mampu memperkuat sinergi lintas sektor. Melalui semangat Merah Putih, organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus berkarya bagi negeri dan menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Sebelum pelantikan, jajaran pengurus akan mengikuti program siaran langsung Kementerian Hukum bertajuk “Pasti Ada Solusi” edisi khusus Perhimpunan INTI. Setelah itu, seluruh pengurus akan mendapatkan pembekalan sebagai langkah menyamakan visi, memperkuat tata kelola organisasi, dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan.