Detak Media — JAKARTA – PT Lautan Luas Tbk (LTLS) berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp5,11 triliun pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 21,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp4,22 triliun.
Kenaikan pendapatan ini didukung oleh lonjakan volume penjualan pada sejumlah produk utama serta apresiasi harga jual. Segmen distribusi dan manufaktur menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan ini.
Secara kuartalan, pendapatan LTLS pada kuartal II-2026 mencapai Rp2,86 triliun, melonjak 27% dari Rp2,25 triliun pada kuartal I-2026. Pada periode yang sama, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA mengalami pertumbuhan impresif sebesar 93,6% secara kuartal-ke-kuartal (QoQ) menjadi Rp271 miliar. Laba bersih pun turut terangkat 135,1% menjadi Rp87 miliar.
Untuk periode semester I-2026 secara kumulatif, perseroan mencatat laba operasi sebesar Rp348 miliar, yang berarti tumbuh 68,9% secara tahunan (YoY). EBITDA meningkat 47,8% menjadi Rp411 miliar, sementara laba bersih naik 29,2% menjadi Rp124 miliar.
Margin laba kotor perseroan menunjukkan perbaikan, meningkat dari 15,7% pada semester I-2025 menjadi 19,2% pada semester I-2026. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik dan komposisi pendapatan yang lebih menguntungkan.
Arus kas dari aktivitas operasi juga berbalik positif, mencapai Rp136,7 miliar. Perbaikan ini didukung oleh peningkatan kinerja operasional dan pengelolaan modal kerja yang efektif.
Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG PT Lautan Luas, Eurike Hadijaya, menyatakan bahwa kinerja semester pertama tahun 2026 mencerminkan keberhasilan strategi perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat seraya meningkatkan profitabilitas. “Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, kami juga berhasil memperbaiki margin, meningkatkan EBITDA, serta menjaga disiplin pengelolaan modal kerja di tengah dinamika pasar. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Investor Daily, Rabu (29/07/2026).
Dari sisi neraca, total aset perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp7,65 triliun. Pertumbuhan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan piutang usaha dan persediaan, yang sejalan dengan peningkatan kegiatan bisnis perusahaan.
Perusahaan menjelaskan bahwa penambahan persediaan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan kepada pelanggan. Namun, peningkatan piutang dan persediaan tetap perlu dikelola secara cermat untuk menjaga likuiditas dan perputaran modal kerja.
Ke depannya, LTLS berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan portofolio bisnis, memperkuat kemitraan dengan pelanggan dan prinsipal, serta menyesuaikan strategi operasional dengan kondisi pasar yang dinamis. Lautan Luas menjalankan kegiatan usahanya melalui tiga sektor utama, yaitu manufaktur, distribusi, serta bisnis pendukung dan jasa.
“Dengan fundamental bisnis yang makin kuat, Lautan Luas akan terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan melalui pengembangan portofolio bisnis, penguatan kemitraan dengan pelanggan dan prinsipal, serta penerapan strategi operasional yang adaptif. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambah Eurike.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.