Detak Media — Sebanyak 200 pelajar dari 35 sekolah di berbagai provinsi berkumpul di ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Pekanbaru Chapter, akhir Juli 2026. Dalam diskusi bertema “Powering Progress: Ensuring Equity and Sustainability in a Changing World”, mereka secara aktif menyuarakan pendapat mengenai isu keberlanjutan dan lingkungan, dengan fokus pada kendaraan listrik dan limbah litium yang dihasilkannya.
Kendaraan listrik, meskipun menjadi solusi transisi energi, menghasilkan limbah baterai litium yang tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah ini memerlukan proses daur ulang khusus untuk mengekstraksi kembali logam berharga seperti litium, nikel, dan kobalt, serta tidak boleh dibuang sembarangan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr Syafrian Tommy, S.STP, MSi, yang mewakili Walikota Pekanbaru Agung Nugroho saat membuka AYIMUN Pekanbaru Chapter, menyampaikan tiga pesan penting bagi generasi muda. “Pertama, pemuda bukan sekadar penerus masa depan, tetapi aktor utama yang membentuk inovasi dan arah kebijakan. Kedua, diplomasi global bukan hanya tentang kemampuan berbicara, melainkan juga tentang membangun empati dan memahami keberagaman budaya. Ketiga, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memastikan setiap orang memiliki akses yang setara terhadap pendidikan,” ujarnya.
Muhammad Fahrizal, President International Global Network (IGN), menjelaskan bahwa seluruh peserta AYIMUN Pekanbaru Chapter ditantang untuk mempertahankan argumen negara yang mereka wakili sambil melihat setiap isu melalui tiga lensa utama: kekuatan, keadilan, dan waktu. “Dari ketiga perspektif tersebut, para peserta diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang relevan dan berdampak. Tugas ini jauh lebih menantang daripada sekadar memenangkan debat—ini adalah proses nyata untuk membangun dunia yang lebih baik,” kata Fahrizal. PT. Pertamina Persero mendukung ajang ini dengan memberikan beasiswa kepada 15 anak muda dari berbagai sekolah.
Direktur Indonesian Creative School, Romy Charles Adam, melihat konferensi ini sebagai wadah yang lebih besar dari sekadar tempat berpidato dan berdebat. “Di AYIMUN, saya melihat calon diplomat yang belajar membangun diplomasi, calon ilmuwan yang belajar mengomunikasikan gagasan-gagasan yang kompleks, calon pengusaha yang belajar berkolaborasi, calon guru yang belajar menginspirasi, serta calon pemimpin dan pembuat kebijakan yang belajar mendengarkan sebelum mengambil keputusan. Pengalaman seperti ini tidak dapat diperoleh hanya dari buku pelajaran, tetapi melalui pengalaman nyata,” jelasnya.
Manager Land Operations PT Pertamina Hulu Rokan, Wan Dedi Yudhistira, mewakili PT Pertamina Persero, menyatakan kehormatan dapat mendukung AYIMUN Pekanbaru Chapter 2026. “Ini sebuah wadah yang membentuk generasi muda yang berwawasan global dan memberikan keterampilan kepemimpinan di dunia yang semakin terhubung. Setiap zaman pasti ada pelaku sejarah, dan saya harapkan salah satu dari adik adik disini akan menjadi salah satunya, baik untuk Riau dan Indonesia. Kami juga mengucapkan selamat kepada 15 orang siswa/i penerima beasiswa dari PT Pertamina Persero,” tuturnya.
Dalam konferensi ini, peserta mengikuti beragam sesi diskusi dan simulasi sidang diplomasi, termasuk negosiasi dan penyusunan Draft Resolutions yang meniru proses sidang United Nations. Setiap sesi dibimbing oleh chairs atau fasilitator berpengalaman. Para chairs AYIMUN Pekanbaru Chapter meliputi Ahnaf Al-Qais Bin Azwadi (Head Chair UNESCO) asal Malaysia, Chelsea Raphael Rajagukguk (Co Chair UNESCO) asal Indonesia, Peniel Sutrisman Purba (Head Chair UNEP) asal Indonesia, dan Faiz Edrie Shah (Co Chair UNEP) asal Malaysia.
AYIMUN Chapter telah diselenggarakan di berbagai kota lain seperti Kelapa Gading, Bekasi, BSD, dan Depok. Dua dari tiga program AYIMUN telah mendapatkan pengakuan bintang 3 dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk kategori kompetisi level nasional. Konferensi selanjutnya yang sedang dipersiapkan adalah AYIMUN Bandung Chapter pada 29-30 Agustus 2026.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.