Detak Media — Keputusan sederhana dalam mengatur pengeluaran rumah tangga dinilai krusial sebagai penopang keberlanjutan pendidikan anak dari keluarga prasejahtera. Kemampuan menentukan prioritas kebutuhan utama dapat membantu orang tua mengatasi keterbatasan ekonomi dan menjaga harapan anak untuk terus bersekolah.
MSIG Life, bekerja sama dengan Indonesia Street Children Organization (ISCO Foundation), menggelar workshop literasi keuangan bertajuk “Pintar Atur Uang” di SDN Kebon Melati 01 Pagi, Jakarta. Kegiatan ini melibatkan jajaran manajemen dan karyawan MSIG Life yang mendampingi para orang tua dari keluarga dampingan ISCO Foundation dalam mengelola keuangan rumah tangga.
Melalui berbagai permainan dan aktivitas interaktif, para peserta diajak untuk belajar menyusun anggaran, mengidentifikasi prioritas pengeluaran, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Keterampilan dasar ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam memanfaatkan pendapatan yang terbatas secara lebih terencana.
Pendampingan kepada orang tua ini merupakan bagian dari program PELITA, yang telah memasuki tahun kedua kemitraannya dengan ISCO Foundation. Program PELITA bertujuan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan 60 anak dari keluarga prasejahtera di Kebon Melati, Jakarta Pusat.
Pada tahun pertama pelaksanaannya, program ini berhasil menekan angka putus sekolah hingga nol persen, di mana seluruh anak dampingan tercatat tetap bersekolah. Capaian ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam mempertahankan akses pendidikan anak di tengah berbagai keterbatasan ekonomi.
“Masa depan generasi muda Indonesia dimulai dari kekuatan keluarganya. PELITA mendukung pendidikan anak sekaligus membekali orang tua dengan keterampilan pengasuhan dan pengelolaan keuangan, dua sisi yang saling menguatkan,” ujar manajemen MSIG Life dalam keterangan tertulisnya.
Menurut perusahaan, perubahan positif dalam kondisi keluarga dapat dimulai dari keputusan-keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan memilih pengeluaran yang lebih penting dinilai dapat membantu orang tua mengamankan kebutuhan esensial anak, seperti pendidikan dan pangan, serta mendukung perkembangan mereka.
Memasuki tahun kedua program, MSIG Life kembali mengalokasikan dana lebih dari Rp120 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, penyediaan makanan bergizi, serta perbaikan fasilitas sanggar aktivitas anak. Program ini juga mencakup kunjungan edukatif bagi anak-anak ke kantor MSIG Life, guna memperkenalkan dunia kerja dan keterampilan masa depan, serta memberikan pembelajaran mengenai penggunaan uang yang bijak.
Sementara itu, para orang tua akan mendapatkan pendampingan lanjutan dalam mengelola keuangan keluarga. Pendekatan yang komprehensif terhadap anak dan orang tua ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih kuat dalam menopang pendidikan dan masa depan anak.
“Satu keputusan keuangan yang tepat setiap hari sudah cukup untuk mengubah arah masa depan sebuah keluarga,” tutup manajemen MSIG Life.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.