Detak Media — Microsoft mengonfirmasi rencana pengembangan sebuah super app AI yang akan menyatukan berbagai kemampuan Copilot dalam satu platform terpadu. CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan inisiatif ini dalam panggilan laporan pendapatan fiskal kuartal keempat.
Aplikasi baru ini dirancang untuk menggabungkan fitur chat, asisten pemrograman untuk coding, fitur kolaborasi Cowork, hingga kemampuan agen otonom Autopilot dalam satu antarmuka pengguna yang ringkas. “Copilot berkembang pesat dari fitur chat, merambah ke Cowork, dan kini menuju Autopilot. Kuartal ini, kami akan menyatukan pengalaman Copilot tersebut, termasuk untuk pemrograman, ke dalam satu aplikasi super,” jelas Nadella, dikutip dari The Verge.
Langkah ini diambil Microsoft untuk mengatasi fragmentasi ekosistem AI mereka yang dinilai membingungkan pengguna. Selama ini, pengguna seringkali dihadapkan pada pilihan aplikasi Copilot yang beragam, seperti aplikasi konsumen standar atau aplikasi Microsoft Office yang juga menyandang nama Copilot, namun dengan kapabilitas yang berbeda.
Super app AI ini ditargetkan untuk peluncuran akhir tahun ini, melayani segmen konsumen maupun komersial. Laporan internal mengindikasikan bahwa aplikasi ini akan dilengkapi tombol sederhana untuk beralih mulus antara akun Microsoft pribadi dan akun Microsoft 365 yang berfokus pada pekerjaan.
Di ranah komersial, Nadella melaporkan bahwa lebih dari 30 juta pekerja telah menggunakan langganan berbayar Microsoft 365 Copilot, dengan tingkat percakapan per pengguna yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
OpenAI Rilis ChatGPT Work
Konsolidasi yang dilakukan Microsoft ini sejalan dengan tren yang juga diikuti oleh pesaingnya. OpenAI, yang mendapat dukungan investasi dari Microsoft, baru-baru ini merilis ChatGPT Work.
Diluncurkan bertahap sejak awal Juli 2026, ChatGPT Work memadukan kemampuan percakapan ChatGPT dengan teknologi agen pemrograman Codex. Ditenagai oleh model AI GPT-5.6, ChatGPT Work dirancang untuk tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mengeksekusi tugas-tugas kompleks lintas aplikasi, seperti menghubungkan email, menelusuri web, membuat lembar kerja, hingga menyusun presentasi, tanpa perlu meninggalkan jendela obrolan.
Tren super app AI ini menunjukkan pergeseran strategi raksasa teknologi dalam mengubah asisten AI dari sekadar alat chatting menjadi platform produktivitas pusat untuk pekerjaan profesional.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.