— PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mencatatkan pertumbuhan laba signifikan pada semester I-2026. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 480,29 miliar, meningkat 76,87% secara tahunan atau year on year (yoy).

Kenaikan laba ini turut mendongkrak laba per saham (EPS) menjadi Rp 135, naik dari Rp 76 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), saham TUGU ditutup menguat 0,82% ke level Rp 1.235. Valuasi saham perusahaan dinilai atraktif dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,48 kali. Nilai buku per saham TUGU tercatat berada di kisaran Rp 2.500 menurut Stockbit Sekuritas. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) annualized TUGU adalah 4,57 kali.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menyatakan bahwa pencapaian semester I-2026 menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus menjaga kualitas kinerja secara berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa hasil tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja bisnis inti serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio, underwriting, dan manajemen risiko secara konsisten.

Perseroan tetap mencermati dinamika perekonomian dan industri asuransi yang berpotensi memengaruhi kinerja hingga akhir tahun. Sejalan dengan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, Tugu Insurance membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp 4,45 triliun pada semester I-2026. Angka ini tumbuh 16,31% (yoy) dibandingkan Rp 3,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Hasil jasa asuransi tercatat sebesar Rp 602,95 miliar, mengalami peningkatan 85,56% (yoy) dari Rp 324,94 miliar pada semester I-2025. Pendapatan operasional lainnya juga mencatat pertumbuhan 24,61% (yoy) menjadi Rp 321,29 miliar, dibandingkan Rp 257,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi utama pendapatan operasional lainnya berasal dari usaha sewa, jasa survei, dan penjualan kendaraan yang dijalankan oleh entitas anak usaha.

Pendapatan investasi Tugu Insurance tercatat sebesar Rp 140,50 miliar. Di tengah volatilitas pasar keuangan, perseroan menekankan penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola portofolio investasi dengan mempertimbangkan likuiditas, risiko, dan imbal hasil.

Hingga 30 Juni 2026, total aset Tugu Insurance mencapai Rp 29,49 triliun, nyaris Rp 30 triliun, atau meningkat 6,40% (yoy) dari Rp 27,71 triliun pada akhir Desember 2025. Total ekuitas tercatat sebesar Rp 10,01 triliun, yang menurut perseroan memberikan landasan kuat dalam menjaga kesinambungan usaha serta mendukung pengembangan bisnis sesuai dengan strategi dan kondisi yang berlaku.