— JAKARTA – PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP), emiten yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma atau Aguan, telah merilis laporan keuangan semester I-2026 yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih signifikan. Perusahaan manufaktur plastik ini mencetak laba bersih sebesar Rp 46,42 miliar hingga 30 Juni 2026.

Angka tersebut merupakan lompatan substansial sebesar 370% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba bersih tercatat Rp 9,88 miliar pada semester I-2025. Kenaikan laba bersih ini secara otomatis mendongkrak laba per saham menjadi Rp 15,16 per 30 Juni 2026, naik dari Rp 3,23 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja positif PDPP ditopang oleh lonjakan pendapatan bersih yang mencapai Rp 371,30 miliar. Angka ini melonjak 60% dari Rp 232,73 miliar pada semester I-2025. Meskipun beban pokok pendapatan juga ikut meningkat menjadi Rp 285,04 miliar dari Rp 192,79 miliar, hal ini tidak menghalangi pertumbuhan laba kotor perusahaan yang tercatat sebesar Rp 86,26 miliar, naik dari Rp 39,93 miliar.

Dari sisi neraca, total aset PDPP per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 716,47 miliar, dengan liabilitas Rp 243,37 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi per 31 Desember 2025, di mana aset PDPP tercatat Rp 602,76 miliar dan liabilitas Rp 170,29 miliar.

Berdasarkan laporan tersebut, Sugianto Kusuma atau Aguan masih tercatat menggenggam 5% saham PDPP per akhir Juni 2026. Primadaya Plastisindo sendiri merupakan perusahaan manufaktur lokal yang fokus pada industri injeksi plastik, memproduksi berbagai kemasan plastik seperti Jug PC, Preform PET, Botol PET, Straw PP, Tutup Jug HDPE, Jeriken HDPE, Tutup Botol PP, serta Tisu Sanitasi Jug & Tangan.