Detak Media — JAKARTA – PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun 2026. Keduanya berhasil membukukan peningkatan laba bersih yang signifikan, seiring dengan geliat bisnis ritel yang kian bergairah.
MAPA melaporkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp864,52 miliar hingga akhir semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 32% dibandingkan dengan perolehan Rp662,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan laba ini sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih MAPA yang mencapai Rp10,12 triliun pada semester I-2026, naik dari Rp8,79 triliun pada semester I-2025. Kontributor utama kenaikan pendapatan adalah penjualan eceran yang tumbuh 15,75% menjadi Rp9,44 triliun, melampaui Rp8,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan eceran ini juga mencakup komisi penjualan konsinyasi sebesar Rp51,96 miliar.
Selain didukung oleh penjualan eceran, bisnis penjualan non-eceran juga turut berkontribusi dalam mendongkrak laba MAPA. Penjualan non-eceran perseroan tercatat meningkat menjadi Rp682 miliar pada enam bulan pertama 2026, dari sebelumnya Rp639 miliar.
Secara keseluruhan, MAPA berhasil meraup pendapatan bersih pada semester I-2026 tumbuh sebesar 15,10% menjadi Rp10,12 triliun. Capaian ini melampaui pendapatan bersih perseroan pada semester I-2025 yang sebesar Rp8,79 triliun.
Kinerja MAPI pun menunjukkan hasil yang impresif. Laba bersih periode berjalan meningkat 26,49% dari Rp960,92 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp1,21 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh lonjakan pendapatan perseroan yang melesat hingga 23,36% menjadi Rp24,15 triliun.
Serupa dengan MAPA, penjualan eceran dan grosir menjadi penopang utama pendapatan MAPI pada paruh pertama tahun ini. Penjualan ini mengalami lonjakan tajam mencapai 24,09%, dari Rp18,74 triliun menjadi Rp23,25 triliun pada semester I-2026.
Pendapatan dari komisi penjualan dan konsinyasi juga mengalami peningkatan menjadi Rp706 miliar, dibandingkan Rp672 miliar pada semester I-2025. Bisnis lain-lain turut melejit menjadi Rp124,85 miliar, melampaui Rp96,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari bisnis sewa dan jasa pemeliharaan tercatat mengalami sedikit koreksi menjadi Rp67,46 miliar, dari Rp70,82 miliar pada semester I-2025.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.