— JAKARTA – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih double digit pada paruh pertama tahun 2026. Kinerja positif ini diraih di tengah dinamika pasar yang terus berjalan.

Hingga 30 Juni 2026, perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 20,36 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 13,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 17,96 miliar.

Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), Edwin Pranata, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan refleksi dari kemampuan perseroan dalam menjaga kinerja usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta terus mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur dapat menutup semester pertama tahun 2026 dengan kinerja yang positif. Capaian ini menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas operasional, inovasi produk, serta pengelolaan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Kami percaya konsistensi dalam menjalankan strategi tersebut akan memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra usaha, maupun para pemegang saham,” ujar Edwin.

Selama semester I-2026, perseroan membukukan total penjualan sebesar Rp 272 miliar. Produk sarang burung walet olahan tetap menjadi kontributor utama pendapatan, dengan penjualan mencapai Rp 234,3 miliar atau sekitar 86,2% dari total penjualan. Sementara itu, produk konsumen memberikan kontribusi sebesar Rp 37,6 miliar atau sekitar 13,8%.

Sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 210,9 miliar, sehingga perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 61,09 miliar. Perseroan juga berhasil menjaga profitabilitas melalui pengelolaan beban operasional dan beban pendanaan yang disiplin.

Selain itu, perseroan mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp 437,8 juta, yang berkontribusi pada peningkatan laba bersih tahun berjalan menjadi Rp 20,3 miliar pada semester I-2026.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan tercatat meningkat 3,22% menjadi Rp 835,8 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan posisi Rp 809,7 miliar pada 31 Desember 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan aset lancar yang mencapai Rp 730,28 miliar.

Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 510,1 miliar, menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp 504,4 miliar. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang mengalami penurunan menjadi Rp 21,3 miliar dari sebelumnya Rp 27,6 miliar.

Total ekuitas meningkat 6,67% menjadi Rp 325,7 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp 305,3 miliar, terutama didukung oleh laba periode berjalan.

Dari sisi likuiditas, penerimaan kas dari pelanggan meningkat menjadi Rp 221,9 miliar, dibandingkan Rp 200,1 miliar pada semester I-2025. Aktivitas investasi pada periode berjalan difokuskan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk investasi pada aset tak berwujud.

Hingga 30 Juni 2026, aset tak berwujud dalam penyelesaian sebagian besar merupakan pengembangan uji bioactive produk fitofarmaka. Proyek ini telah mencapai sekitar 32% penyelesaian secara finansial dan diperkirakan selesai pada tahun 2027. Pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat inovasi dan pengembangan produk bernilai tambah.

Dengan pengelolaan keuangan yang prudent, perseroan menutup semester I-2026 dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp 65,7 miliar, yang dinilai memadai untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.