Detak Media — PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 43,2% secara tahunan pada paruh pertama 2026. Kinerja positif ini menjadikan laba bersih perseroan mencapai Rp 221,5 miliar. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh lonjakan penjualan, perbaikan margin keuntungan, serta upaya efisiensi operasional yang terus dijalankan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Minggu (1/8/2026), penjualan bersih OMED melonjak 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp 925,8 miliar menjadi Rp 1,17 triliun. Peningkatan penjualan ini didorong oleh permintaan yang kuat pada beberapa kategori produk utama, ditambah dengan perluasan jaringan distribusi dan kanal ritel perusahaan.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba usaha perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 42,3%, dari Rp 162,7 miliar menjadi Rp 231,5 miliar. Laba per saham atau earnings per share (EPS) juga mencatat kenaikan sekitar 43%, dari Rp 5,68 per saham pada semester I-2025 menjadi Rp 8,12 per saham pada semester I-2026.
Perseroan juga mencatat adanya perbaikan profitabilitas di berbagai lini. Margin laba kotor naik menjadi 35,9% dari sebelumnya 33,8%. Margin laba usaha meningkat dari 17,6% menjadi 19,8%, sementara margin laba bersih membaik dari 16,7% menjadi 19%. Peningkatan margin ini disebabkan oleh kontribusi produk-produk dengan margin lebih tinggi, perbaikan product mix, pertumbuhan penjualan yang melampaui kenaikan beban usaha, pencatatan laba selisih kurs, serta upaya efisiensi operasional.
Dari sisi produk, segmen Bioteknologi dan Laboratorium menjadi kontributor utama pertumbuhan dengan kenaikan penjualan mencapai 93,6% secara tahunan. Diikuti oleh segmen Barang Medis Habis Pakai (BMHP) yang tumbuh 30,2%, dan produk Perawatan Luka yang meningkat 23,5%.
Sementara itu, kanal ritel menunjukkan pertumbuhan tercepat dengan peningkatan penjualan sebesar 35,4% secara tahunan, dari Rp 99,8 miliar menjadi Rp 135,1 miliar pada semester I-2025. Hal ini mencerminkan peningkatan kontribusi kanal ritel terhadap total pendapatan perseroan.
Menghadapi paruh kedua 2026, OMED tetap optimistis terhadap prospek industri alat kesehatan nasional. Meskipun demikian, perseroan menyadari adanya tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, tekanan harga energi, dan fluktuasi nilai tukar.
Perseroan menegaskan bahwa target kinerja untuk keseluruhan tahun 2026 masih sesuai dengan rencana awal. Target tersebut meliputi pendapatan sekitar Rp 2,3 triliun atau tumbuh 10-15% secara tahunan, margin laba bruto pada kisaran awal 30%, serta target penjualan ekspor senilai US$ 1 juta hingga US$ 1,5 juta.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.