Detak Media — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang paruh pertama tahun 2026, dengan laba bersih mencapai Rp 607 miliar. Capaian ini menandai titik balik signifikan bagi perusahaan teknologi raksasa Indonesia tersebut, yang sebelumnya terus mencatat kerugian.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, GOTO masih membukukan kerugian bersih sebesar Rp 580 miliar. Keberhasilan meraih laba bersih ini merupakan hasil dari pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai hampir Rp 11 triliun, meningkat 28% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Menariknya, performa gemilang GOTO kali ini tidak sepenuhnya ditopang oleh lini bisnis transportasi dan pengiriman makanan (On-Demand Services/ODS). Sorotan utama justru tertuju pada lini bisnis Financial Technology (Fintech) atau layanan keuangan GoPay yang menunjukkan pertumbuhan melampaui ekspektasi.
Sektor keuangan digital GoPay mencatat laju pertumbuhan yang jauh lebih kencang dibandingkan lini bisnis ODS pada Semester I 2026. Salah satu indikator utama adalah Gross Transaction Value (GTV) inti Fintech yang meroket 82% YoY, mencapai Rp 288 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Pendapatan bersih dari lini bisnis Fintech tercatat melonjak 55% YoY menjadi Rp 4 triliun di Semester I 2026. Peningkatan signifikan ini juga tercermin pada EBITDA yang disesuaikan untuk sektor fintech, yang melompat 526% YoY menjadi Rp 845 miliar.
Berkat kinerja Fintech yang kian kuat, manajemen GOTO memutuskan untuk menaikkan target kinerja tahunan bisnis tersebut. Sebelumnya, target EBITDA yang disesuaikan dari bisnis Fintech untuk setahun penuh dipatok antara Rp 1,4-1,5 triliun. Kini, target tersebut direvisi naik menjadi Rp 1,7-1,8 triliun.
Ikuti Detak Media

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.