— JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melaporkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Laba bersih konsolidasian bank ini melonjak 33% secara tahunan (year on year/yoy), mencapai Rp2,4 triliun. Pertumbuhan laba yang solid ini didorong oleh ekspansi bisnis yang seimbang dan manajemen risiko yang cermat.

Pendapatan operasional Bank Danamon tercatat meningkat 7% (yoy) menjadi Rp12,6 triliun. Angka ini menjadi penopang utama pencapaian laba bersih setelah pajak sebesar Rp2,4 triliun. Meskipun demikian, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sedikit mengalami penyesuaian, tercatat sebesar 8,1% atau sedikit menurun dari 8,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja profitabilitas yang sehat ini turut ditopang oleh pertumbuhan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar 12% (yoy). Pertumbuhan penyaluran kredit ini sejalan dengan peningkatan simpanan nasabah yang mencapai 14% (yoy).

Direktur Utama Bank Danamon, Nobuya Kawasaki, menjelaskan bahwa perseroan konsisten menjalankan fokus strategisnya untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup. Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia, yang menjadikan Danamon sebagai Pemegang Saham Pengendali.

“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial yang kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Nobuya dalam konferensi pers pada Kamis (30/7/2026). Keyakinan ini juga didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, serta para mitra strategis untuk terus memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.

Fungsi intermediasi Bank Danamon menunjukkan performa yang solid. Total kredit dan trade finance konsolidasian tumbuh 12% (yoy) mencapai Rp230,1 triliun. Pertumbuhan ini disumbangkan oleh lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution yang naik 19% menjadi Rp109,7 triliun, serta diikuti oleh pertumbuhan berkelanjutan dari segmen SME Banking, Consumer Banking, dan anak perusahaan Danamon.

Dari sisi penghimpunan dana, Bank Danamon mencatat total dana murah (current account and savings account/CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp181,7 triliun, yang menunjukkan peningkatan 14% (yoy).

Kualitas aset Bank Danamon juga tetap terjaga. Per 30 Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) berhasil diturunkan menjadi 7,8%, membaik 263 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) gross juga mengalami perbaikan dari 2% menjadi 1,7%. Bank Danamon terus mempertahankan tingkat pencadangan yang solid, tercermin dari rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 282,4%.